Breaking News:

Berita Palembang

Rebutan Lahan Jaga Proyek Retensi, 2 Pria Kakak Adik di Palembang Bacok Tetangga, Korban Luka Serius

Dua pria kakak beradik warga Jalan Meranjat Raya, Kelurahan Pipa Reja, Kecamatan Kemuning Palembang nekat membacok tetangga gegara rebutan lahan jaga.

TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Polsek Kemuning menggelar rilis tersangka pembacokan tetangganya yang dipicu rebutan lahan jaga proyek waduk retensi, Senin (11/10/2021). Satu dari dua pelaku kakak-adik diamankan dan satu lainnya buron. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dua pria kakak beradik warga Jalan Meranjat Raya, Kelurahan Pipa Reja, Kecamatan Kemuning Palembang nekat membacok tetangganya sendiri hingga mengalami luka cukup serius, Rabu (22/9/2021) sekira pukul 04.00 WIB.

Akibatnya, tersangka Suteresno alias Tris (56) dibekuk anggota Polsek Kemuning Palembang.

Sedangkan adik Tris yang bernama Apung, masih terus diburu keberadaannya.

Kapolsek Kemuning, AKP Heri mengatakan, permasalahan itu bermula dari perselisihan lahan jaga di sebuah proyek waduk retensi tak jauh dari rumah tersangka dan korban.

"Tersangka merasa diambil lahan jaganya sehingga mereka tidak dapat menahan emosi," ujarnya, Senin (11/10/2021).

Kejadian itu bermula saat korban sedang mengecek alat berat excavator untuk penggalian waduk di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Melihat hal tersebut, tersangka dan adiknya langsung naik pitam.

Keduanya lantas mengambil senjata tajam jenis samurai dan tanpa ragu mereka arahkan ke korban.

"Perannya masing-masing, Tersangka Tris membacok punggung korban berkali-kali. Sedangkan adiknya membacok tangan korban," ujarnya.

Baca juga: Tak Masuk Prioritas, Pengerjaan Tol Lubuklinggau-Bengkulu Tahun 2023, Dimulai Pembebasan Lahan

Sementara itu, tersangka Tris mengaku sangat menyesal dengan perbuatannya yang sudah melukai korban.

"Soalnya (proyek) itu tempat saya cari makan. Mau diambil orang, makanya saya emosi," ujarnya.

Meski begitu, Tris tetap tak bisa mengelak terhadap proses hukum yang harus dihadapinya.

Dia terancam dijerat pasal 170 KUHP
dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

"Saya menyesal. Tidak mau lagi seperti ini," ucapnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved