Breaking News:

Berita Lahat

Melihat Situs Megalitikum Desa Rinduati Lahat, Sejumlah Bagian Kepala Dirusak

Perwakilan Balai Arkeologi, Rivai mengatakan bahwa situs megalitikum Rinduati tersebut saat ditemukan memang dalam kondisi rusak.

SRIPOKU/WAWAN
Sejumlah Bagian Kepala situs megalitikum Desa Rinduati Kecamatan Gumay Ulu Lahat yang kondisinya rusak akibat dirusak OTD 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM - Balai Arkeolog Sumsel sampai saat ini tidak tahu pasti bentuk Situs Megalitikum Rinduati Kecamatan Gumay Ulu tepatnya dijalur Alternatif Kota Pagaralam-Kabupaten Lahat.

Pasalnya situs tersebut saat ini dalam kondisi rusak.

Bahkan hampir semua kepala situs berbentuk Arca tersebut sudah tidak ada dan rusak.

Bahkan bukan saja bagian kepala yang sudah tidak ada namun sebagian badan situs juga rusak karena diduga sengaja dirusak menggunakan palu.

Pantauan sripoku.com, saat ini kondisi situs tampak terjaga dan sering menjadi lokasi wisatawan yang ingin melihat peninggalan sejarah tersebut.

Namun karena sudah rusak, banyak warga yang tidak tahu bentuk asli dari situs tersebut.

Perwakilan Balai Arkeologi,  Rivai mengatakan bahwa situs megalitikum Rinduati tersebut ditemukan memang dalam kondisi rusak.

Untuk itu pihak Balar sampai saat ini tidak tahu bentuk asli dari situs tersebut.

"Berdasarkan informasi yang kami dapat situs itu dirusak sekitar tahun 1985 lalu. Diduga situs ini dirusak oleh orang tidak dikenal (OTD) karena dianggap didalam bagian kepala situs tersebut terdapat harta karun," ujarnya.

Akibat dari tindakan OTD tersebut membuat pihak Balar sampai saat ini tidak tahu pasti bentuk dari situs bersejarah tersebut.

"Kita sampai saat ini tidak bisa tahu bentuk dari megalit itu. Karena sudah rusak mulai dari bagian kepala yang hilang hingga bagian tubuh yang rusak," katanya.

Baca juga: Melihat Wisata Ayek Cawang di Merapi Selatan Lahat, Wisata Air di Bawah Lereng Bukit Serelo

Melihat hal ini pihak Balar meminta masyarakat yang melihat atau menemukan situs megalitikum untuk segera melaporkan temuan mereka ke Balar. 

"Dan jangan sampai merusak situs yang ada. Pasalnya tindakan tersebut bisa dipidanakan," tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved