Breaking News:

Berita Internasional

Inggris Prediksi Ada 60 Ribu Nyawa Tewas Saat Musim Dingin, Kampanye Flu Terbesar Dalam Sejarah NHS

Semua ini diperparah oleh fakta bahwa langkah penerapan jarak sosial yang sebelumnya diberlakukan di tengah pandemi, telah dihapus di negara Inggris

Editor: Slamet Teguh
Freepik
Ilustrasi flu dan pilek. Inggris Prediksi Ada 60 Ribu Nyawa Tewas Saat Musim Dingin, Kampanye Flu Terbesar Dalam Sejarah NHS 

Kita akan melihat flu bersirkulasi pada musim dingin ini, mungkin lebih tinggi dari biasanya dan itu membuatnya menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan," kata Profesor Van Tam.

Baca juga: Kasus Baru Covid-19 di Sumsel Turun Drastis, Gubernur Herman Deru Justru Khawatirkan Hal Ini

Baca juga: 367 Pemilik Warung dan PKL di Musirawas Terima Bantuan Terdampak Covid-19

Selanjutnya, musim dingin ini diprediksi akan menghadapi ancaman rangkap tiga yakni flu (influenza), Covid-19, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).

Semua ini diperparah oleh fakta bahwa langkah-langkah penerapan jarak sosial yang sebelumnya diberlakukan di tengah pandemi, telah dihapus di negara itu.

Ini mengakibatkan peningkatan pencampuran dan pembukaan perbatasan perjalanan.

Menurut Profesor Van Tam, musim dingin yang terjadi pada 1989 hingga 1990, saat sekitar 19.000 kematian tercatat akibat flu, dapat dianggap sebagai 'penanda'.

Tiga ancaman

Dikutip dari laman Sputnik News, Minggu (10/10/2021), tahun ini, para ahli dari Academy of Medical Sciences memprediksi kasus kematian dan rawat inap akibat flu mencapai angka yang berlipat ganda.

Sebuah laporan yang ditulis pada awal musim panas dari Akademi itu menyimpulkan tugas NHS dapat didorong mendekati titik puncak di tengah tantangan kesehatan musim dingin yang semakin meningkat.

Laporan Covid-19 bertajuk 'Mempersiapkan masa depan, melihat ke depan untuk musim dingin 2021/22', menemukan penerimaan rawat inap di rumah sakit dan kasus kematian akibat flu serta RSV bisa mencapai lebih dari dua kali lipat yang terlihat pada tahun normal.

Pemodelan untuk laporan tersebut menunjukkan hal ini dapat mengakibatkan sekitar 60.000 kematian akibat flu dan 40.000 anak harus dirawat di rumah sakit dengan menderita RSV.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved