Breaking News:

Berita Internasional

Inggris Prediksi Ada 60 Ribu Nyawa Tewas Saat Musim Dingin, Kampanye Flu Terbesar Dalam Sejarah NHS

Semua ini diperparah oleh fakta bahwa langkah penerapan jarak sosial yang sebelumnya diberlakukan di tengah pandemi, telah dihapus di negara Inggris

Editor: Slamet Teguh
Freepik
Ilustrasi flu dan pilek. Inggris Prediksi Ada 60 Ribu Nyawa Tewas Saat Musim Dingin, Kampanye Flu Terbesar Dalam Sejarah NHS 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNSUMSEL.COM, LONDON - Pandemi Covid-19 masih terus terjadi di dunia.

Kini, pemerintah Inggris bahkan memberi peringatan yang lebih membahayakan lagi.

Berdasarkan sebuah laporan yang dirilis oleh Academy of Medical Sciences pada bulan Juli memperkirakan virus corona (Covid-19), flu, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV), dapat mendorong National Health Service (NHS) Inggris ke titik puncak di musim dingin mendatang.

Kepala Eksekutif Badan Keamanan Kesehatan Inggris, Dr Jenny Harries telah memperingatkan bahwa ada 'kemungkinan realistis' negara itu harus bergulat dengan lonjakan kasus flu pada musim dingin ini.

"Kami memperkirakan influenza menjadi lebih umum di musim dingin 2021 dan 2022," kata Dr Harries.

Sementara itu Wakil Kepala Program NHS, Dr. Nikki Kanani menggemakan peringatan adanya risiko peningkatan pada kasus influenza dan virus corona (Covid-19) hingga akhir 2021.

"Kami memang memiliki peningkatan risiko flu dan COVID tahun ini," jelas Dr. Kanani.

Di sisi lain, Wakil Kepala Petugas Medis Inggris Profesor Jonathan Van Tam mengatakan tingkat infeksi flu yang sangat rendah tercatat pada musim dingin sebelumnya, para ahli pun memperingatkan terkait kurangnya kekebalan tubuh.

"Tidak banyak orang yang terkena flu tahun lalu karena pembatasan Covid-19, jadi tidak ada kekebalan alami yang terbentuk di masyarakat seperti biasanya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved