Breaking News:

Berita Palembang

Rekonstruksi Pembunuhan Tetangga Pakai Cangkul di 5 Ulu, Begini Cara Tersangka Habisi Nyawa Korban

Rekonstruksi pembunuhan Anwar (55) warga Lorong Kedukan 5 Ulu usai dicangkul oleh Darwin alias Sangkut tetangganya sendiri digelar Sabtu (9/10/2021).

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN
Proses rekonstruksi pembunuhan Anwar, warga Lorong Kedukan 5 Ulu yang diperankan oleh pelaku Sangkut, Sabtu (9/10/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Rekonstruksi pembunuhan Anwar (55) warga Lorong Kedukan 5 Ulu yang meninggal usai dicangkul oleh Darwin alias Sangkut tetangganya sendiri digelar Sabtu (9/10/2021). Kejadian ini terangkum dalam 19 adegan.

Reka adegan ini dilakukan di halaman Mapolrestabes Palembang yang dipimpin oleh Kanit Ranmor Iptu Irsan Ismail, Sabtu (9/10/2021).

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi mengatakan, semua reka adegan dilakukan untuk menyesuaikan keterangan para saksi dan pelaku bagaimana kejadian berlangsung.

"Ada 19 adegan rekonstruksi yang dilakukan untuk menyelaraskan kejadian dengan keterangan-keterangan yang kami dapat. Selanjutnya kami serahkan berkas ke Kejaksaan, " kata Kompol Tri.

Dalam adegan ke 5 dan 6 pelaku Sangkut mendatangi korban yang ada di depan sebuah bangunan rumah yang sedang direnovasi. Kemudian mengambil cangkul yang ada di dekat tumpukan pasir.

Sangkut pertama kali menghujamkan bagian tajam cangkul kepada Anwar pada bagian kepala kemudian cangkulan kedua ia arahkan ke belakang telinga korban.

Keluarga korban yang turut menyaksikan rekonstruksi tak kuasa menahan tangis melihat pelaku yang mencangkul berkali-kali.

Posisi Anwar yang masih terduduk membuat Sangkut kembali lagi menghujamkan cangkul ke kepala Anwar dan mengenai leher sebelah kanan. Lalu kembali lagi mencangkul kepala korban untuk yang keempat kalinya.

Terungkap pada adegan ke 13, usai mencangkul kepala Anwar Sangkut berteriak dengan bangga "Aku sudah bunuh Nuar, kalau dak percayo jingoklah dewek" ujar Sangkut.

Saksi M Fadli dan Suparyono yang pertama kali melihat kejadian tersebut berteriak minta tolong kepada warga sekitar, dan melihat korban sudah tersungkur sementara Sangkut melarikan diri.

Baca juga: Pulang dari Papua, Kontingen PON XX Asal Sumsel Wajib Isoman 5 hari di Wisma Atlet, JSC Tidak Tahu

Saksi Suparyono yang meminta pertolongan didatangi dua orang saksi Alan dan Selapi, yang kemudian membawa Anwar ke Rumah Sakit menggunakan sepeda motor.

Kakak korban H Badar, yang ikut menyaksikan rekonstruksi menanggapi reka adegan yang dilakukan tersangka merenggut nyawa adiknya.

Ia merasa tidak senang dengan tersangka yang sesumbar telah membunuh adiknya.

"Semua sudah sesuai BAP tidak ada yang perlu disangkal. Hanya kami tidak senang pas pelaku berteriak dengan bangga kalau sudah membunuh almarhum adik saya, " katanya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved