Breaking News:

Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya

Lama Terbengkalai, Besi Coran Masjid Raya Sriwijaya Dicuri, Dipotong Diduga Pakai Mesin Las

Oknum tak bertanggung jawab diduga memanfaatkan mangkraknya pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Jakabaring Palembang. Mereka mencuri besi coran masjid.

TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Sejumlah besi di coran Masjid Raya Sriwijaya Jakabaring Palembang dicuri orang-orang tidak bertanggung jawab. Kondisi ini terlihat saat Majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang menggelar sidang lapangan atau biasa disebut Pemeriksaan Setempat (PS) guna memeriksa secara langsung kondisi fisik maupun lahan di tempat berdirinya bangunan Masjid Raya Sriwijaya, Jumat (8/10/2021) . 

TRIBUNSUMSELCOM, PALEMBANG - Oknum tak bertanggung jawab diduga memanfaatkan mangkraknya pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Jakabaring Palembang. Mereka mencuri besi  coran tiang penyangga masjid. 

Kondisi ini terlihat saat Majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang menggelar sidang lapangan atau biasa disebut Pemeriksaan Setempat (PS) guna memeriksa secara langsung kondisi fisik maupun lahan di tempat berdirinya bangunan Masjid Raya Sriwijaya, Jumat (8/10/2021) .

Dari pantauan Tribunsumsel.com di lapangan, tampak di sejumlah besi tiang penyangga berukuran besar terdapat bekas potongan diduga menggunakan mesin las.

Tak hanya satu, ada cukup banyak tiang yang mengalami kondisi serupa.

Bahkan beberapa coran tiang diduga sengaja dipecahkan untuk memudahkan pelaku mencuri besi yang terdapat di dalamnya.

Dikonfirmasi terkait kondisi ini, Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman tak menampik adanya pencurian tersebut.

"Kasus ini (pencurian besi) sudah ditangani pihak kepolisian," ujarnya.

Dia menjelaskan, meski penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya tengah dilakukan, namun Kejati Sumsel tidak melakukan penyitaan fisik bangunan.

Akan tetapi selama kasus ini bergulir, pihak Kejati Sumsel langsung memasang imbauan bahwa lokasi lahan itu kini sedang dalam tahap penyidikan.

Langkah lain juga dilakukan diantaranya memasang pagar serta papan pengumuman bahwa kawasan ini masuk dalam penyidikan Kejati Sumsel.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved