Breaking News:

Sulit Dapat Pemasukan Semenjak Perbaikan Jembatan Keramasan dan Jalan Mayjend Yusuf Singedekane

Progres perbaikan Jembatan Keramasan dan Jalan Mayjen Yusuf Singedekane.

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Prawira Maulana
RACHMAD KURNIAWAN
Progres perbaikan Jembatan Keramasan dan Jalan Mayjen Yusuf Singedekane. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Perbaikan Jembatan dan ruas Jalan Mayjen Yusuf Singedekane yang dikerjakan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumatra Selatan masih berjalan. 

Terpantau di lokasi, sejumlah pekerja berpakaian lengkap sedang sibuk memasang besi penyangga untuk jalan beton. 

Pada salah satu jalur setengahnya sudah diperbaiki dengan beton, sedangkan jalur lain menjadi dua lajur. Membuat lalu lintas di salah jalur menjadi dua bagian dan sedikit tersendat. 

Sementara pekerja yang lainnya sedang mengerjakan perbaikan tiang-tiang pilar jembatan. 

Diketahui kawasan Jembatan Keramasan dan Jalan Mayjen Yusuf Singedekane sudah ditutup sejak bulan Juli 2021 lalu. 

Menurut sejumlah warga yang tinggal di sekitar lokasi, selama adanya perbaikan beberapa hal mulai dirasakan dari segi pendapatan ekonomi maupun lalu lintas. 

Agus (44) warga Jalan Mayjen Yusuf Singedekane yang tinggal tepat di pinggir jalan mengungkapkan semenjak adanya perbaikan jalan dan jembatan. Pembeli yang hendak mampir ke warungnya sulit menepi karena arus lalin yang dialihkan. 

"Biasanya pembeli yang datang dari arah Musi II tinggal menepi saja. Kan saya bukanya sampai malam, ya sopir-sopir suka mampir ke warung mau makan, " katanya saat dibincangi, Rabu (7/10/2021). 

Selain pendapatan menurun, selama ia melihat arus lalu lintas juga menjadi tersendat terutama sore hari. 

"Macet ya ada jam-jam nya saja. Biasanya pagi dan sore, " katanya. 

Warga lainnya Angkut Sutrisno (34) yang membuka bengkel motor mengatakan selama perbaikan ia tidak merasa terganggu dengan aktivitas kendaraan proyek. 

"Ya namanya orang lagi bedandan (perbaikan) jalan, tidak masalah, " singkatnya. 

Namun yang menjadi masalah adalah ketika pelanggan hendak memperbaiki motor. Semenjak jalan dan jembatan ditutup, ia merasakan pendapatan menurun. 

"Arus lalin yang menuju Karya Jaya dan Kertapati dialihkan ke jalur yang satunya. Jadi motor yang biasanya bisa lewat sini tidak bisa lewat karena jauh harus memutar dulu. Dari yang sehari bisa Rp 100 ribu lebih sekarang jadi Rp 50 ribu saja paling tinggi, " tuturnya. 

Ia berharap perbaikan segera selesai agar aktivitas dan lalu lintas bisa berjalan lancar. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved