Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Lubuklinggau, GMNI Datangi Pertamina dan Pemkot

Ketua GMNI Kota Lubuklinggau Eris Yongki, mengatakan sangat menentang segala bentuk penindasan dalam hal ini kelangkaan gas elpiji.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Lubuklinggau menggelar aksi mulai dari kantor wali kota, Kantor MOR II TBBM Pertamina Lubuklinggau, hingga ke Gedung DPRD, Rabu (6/10/2021). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Saat ini masalah elpiji 3 kilogram (Kg) di Kota Lubuklinggau, Sumsel masih langka.

Banyak masyarakat mengeluh dan keberatan karena keberadaan elpiji 3 Kg di kota ini sangat sulit didapat.

Menyikapi kelangkaan tersebut, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Lubuklinggau, menggelar aksi mulai dari kantor wali kota, Kantor MOR II TBBM Pertamina Lubuklinggau, hingga ke Gedung DPRD.

Ketua GMNI Kota Lubuklinggau Eris Yongki, mengatakan sebagai organisasi perjuangan rakyat sangat menentang segala bentuk penindasan dalam hal ini kelangkaan gas elpiji.

"Akibat kelangkaan ini masyarakat menjadi kesusahan dan menjerit, karena rakyat-rakyat miskin yang terimbas langsung," kata Eris pada wartawan, Rabu (6/10/2021).

Menurutnya, GMNI turun langsung kejalan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, baik kepada pemerintah, petinggi Pertamina, dan juga Anggota DPRD Kota Lubuklinggau.

"Kami mempertanyakan apa penyebab dari kelangkaan ini sehingga harga gas elpiji di eceran melambung tinggi. Kita juga mempertanyakan kepada pihak Pertamina apakah bersedia mendirikan distributor dia Desa atau  Kelurahan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, perihal komunikasi antara Pemkot dengan pihak Pertamina. pihaknya mendesak pemerintah dan DPRD Kota Lubuklinggau untuk meninjau kembali kebijakan yang diambil terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram ini.

Sementara, Sekda Kota Lubuklinggau Rahman Sani menyampaikan dalam percakapannya dengan peserta aksi untuk berdiskusi dan tidak perlu melakukan aksi demo, sebab pemerintah siap bila diajak mendiskusikan  secara santai.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved