Tips Perawatan Mobil

Cara Isi Air Radiator Mobil yang Benar, Wajib Pakai Air Coolant

Mengganti air radiator tak perlu harus ke bengkel. Setiap orang bisa mengganti air radiator dengan mudah di rumah. Air radiator sangat penting

Editor: Siemen Martin
ist
Isi ke radiator hingga penuh. Lalu coba nyalakan mesin sehingga cairan pendingin bersirkulasi. Lalu cek radiator lagi 

TRIBUNSUMSEL.COM - Mengganti air radiator tak perlu harus ke bengkel. Setiap orang bisa mengganti air radiator dengan mudah di rumah.

Air radiator sangat penting bagi mesin mobil.

Radiator berperan penting sebagai sistem pendingin pada mesin kendaraan.

Jika kondisi radiator tidak normal, maka mesin akan berisiko mengalami overheat.

Penggantian air radiator adalah salah satu cara merawat komponen ini agar tetap prima.

Bambang Supriadi, Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), mengatakan, sebaiknya pergantian air radiator dilakukan tiap interval 20.000 kilometer atau jika airnya sudah terlihat keruh karena jarang digunakan.

"Supaya aman, setiap servis berkala minta dilakukan pengecekan kembali saja,” ujar Bambang kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi menjelaskan bahwa penggantian air radiator bisa dilakukan secara mandiri, tapi ada beberapa catatan yang harus diperhatikan.

"Ganti air radiator sebenarnya bisa dilakukan sendiri di rumah, tapi harus ada beberapa hal yang diperhatikan seperti pastikan kondisi mesin dalam keadaan dingin atau sebelum mobil digunakan," kata Didi.

Jika pengisian hanya bersifat menambahkan, cukup tuangkan air coolant ke tabung reservoir.

Pastikan level cairan sudah cukup memadai untuk mendinginkan mesin.

Namun, apabila kondisi radiator kosong tanpa ada cairan coolant sama sekali, maka pengisiannya harus langsung pada radiator.

Sebab jika mengisinya lewat tabung reservoir, akan butuh waktu lama agar cairan dapat bersirkulasi.

"Isi ke radiator hingga penuh. Lalu coba nyalakan mesin sehingga cairan pendingin bersirkulasi. Lalu cek radiator lagi. Kalau air pendingin masih kurang ya ditambah lagi," kata Didi lebih lanjut.

Selain itu, pastikan pula tipe mobil terkait memiliki komponen pembuangan udara atau tidak. Jika ada, buka katup pembuangan udara agar cairan coolant bisa tersirkulasi lancar.

Sebab, saat katup tersebut tidak dibuka, udara akan mampat di dalam dan bisa menghambat peredaran cairan tersebut. 

Artikel ini telah tayang di Kompas

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved