Breaking News:

Berita Palembang

Harga Naik Rp 1,3 M di Luar Negeri, BKSDA Sumsel Translokasi 65 ekor Satwa Dilindungi

satwa dilindungi itu terdiri dari 2 ekor Ayam Mambruk Victoria , 19 ekor Kasturi Ternate, 9 ekor Kasturi Kepala Hitam, 20 ekor Nuri Hitam

TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA
Translokasi terhadap 65 ekor satwa dilindungi jenis burung dan reptil oleh BKSDA Sumsel bersama Ditreskrimsus Polda Sumsel yang sebelumnya diselamatkan dari upaya penyelundupan, Selasa (5/10/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel bersama Ditreskrimsus Polda Sumsel melakukan translokasi terhadap 65 ekor satwa dilindungi jenis burung dan reptil, Selasa (5/10/2021). 

Selanjutnya satwa yang berhasil diselamatkan dari upaya penyelundupan tersebut akan dikembalikan ke habitat aslinya di Indonesia Timur meliputi Maluku, Papua dan Papua Barat. 

Kepala BKSDA Sumsel, Ujang Wisnubarata mengatakan, semula ada 114 ekor satwa terdiri dari 96 ekor dilindungi dan 18 ekor satwa tidak dilindungi yang berhasil diselamatkan dari upaya penyelundupan. 

"Namun selama proses perawatan setelah berhasil diselamatkan, ada 38 satwa yang mati. Penyebabnya karena ada yang sakit dan ada juga disebabkan proses pengangkut atau packing yang tidak baik," ujarnya saat melakukan translokasi melalui terminal Cargo Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. 

Adapun 96 ekor satwa dilindungi itu terdiri dari 2 ekor Ayam Mambruk Victoria (Goura victoria), 19 ekor Kasturi Ternate (Lorius garrulus), 9 ekor Kasturi Kepala Hitam (Lorius lory), 20 ekor Nuri Hitam (Chalcopsitta atra), 15 ekor Nuri Ara Besar (Psittaculirostris desmaresti), 6 ekor Kakatua Raja (Probosciger aterrimus), 7 ekor Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) dan 18 ekor Soa Payung (Clamydosaurus kingi). 

Sedangkan untuk hewan tidak dilindungi yakni 18 ekor Kadal Panama (Tiliqua gigas).

Ujang mengklaim, penyelamatan itu sama saja dengan mencegah kerugian negara sebesar Rp.300 juta. 

Total ini berdasarkan hasil survei harga hewan dilindungi di pasar gelap lokal. 

"Sedangkan untuk di luar negeri, harganya bisa naik 3 kali lipat. Jadi harganya bisa Rp.1,3 miliar," ungkap Ujang. 

Baca juga: Kronologi Kecelakaan di Jalan Mayor Zen Depan Pusri, Libatkan Pengendara Motor dan Truk Fuso

Menurutnya, guna meminimalisasi penyelundupan satwa dilindungi, perlu ada pengawasan khusus di jalur darat seperti di perlintasan tol. 

"Saya ingin menyampaikan bahwa penyelundupan satwa dilindungi adalah perbuatan yang harus kita sikapi dengan serius terutama mengingat adanya tingkat kematian (satwa) akibat dari proses (membawanya) yang kurang baik," ujarnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved