Berita OKU Selatan
Mengenal Teh Kawol, Teh Peninggalan Belanda di OKU Selatan yang Dijual Murah
Daun teh yang dinamai Teh Kawol atau teh keriting ini masih diproduksi Warga Desa Mekar Sari Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, OKU Selatan
TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA--Warga Desa Mekar Sari Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, OKU Selatan masih melestarikan kebun teh peninggalan jaman kolonial Belanda yang telah berusia ratusan tahun.
Daun teh yang dinamai Teh Kawol atau teh keriting ini masih diproduksi lebih dari 70 persen oleh warga setempat. Selain itu pengelolannya masih secara manual dan tanpa pengawet membuat orang yang mengkonsumsi lebih segar.
"Kalau kita meminum teh ini efeknya lebih seger, lebih pres dibanding teh kemasan yang beli. Kita juga (warga sini) sudah terbiasa minum teh ini,"ujar Ahmad petani teh dibincangi, Senin (4/10/2021).
Meski disenangi oleh warga setempat.
Saat ini teh Kawol belum diproduksi keluar daerah yang hanya dipasarkan di pasar Mingguan dengan harga uang relatif murah.
Sementara Kepala Desa Mekar Sari Nur Aisah berharap kebun teh Kawol di Desanya dapat terus terlestarikan serta dapat menjadi nilai ekonomi bagi bagi petani teh setempat.
"Harapannya perkebunan Teh Kawol menjadi perhatian Dinas terkait agar dapat mengembangkan produksi ini agar bisa menjadi nilai tambahan ekonomi warga,"terangnya.
Kini, teh tersebut menyisahkan tak lebih dari belasan hektare penduduk pribumi sebagai tanaman tumpang sari (sampingan) namun juga sebagian warga menjadikan tanaman rumahan.
Sedangkan kemasan manual dipatok warga dengan harga perbungkus berkisar Rp 6 ribu hingga Rp 10 ribu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/teh-kawol-atau-teh-keriting-desa-mekar-sari-oku-selatan.jpg)