Breaking News:

Dukung Sumsel Lumbung Pangan Nasional, PLN Berikan Listrik Masuk Sawah dan Electrifying Agriculture

Herman Deru meresmikan secara langsung Program Electrifying Agriculture PT PLN (Persero) di Desa Peracak, Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten OKU Timur

Dukung Sumsel Lumbung Pangan Nasional, PLN Berikan Listrik Masuk Sawah dan Electrifying Agriculture - herman-deru-meresmikan-secara-langsung-program-electrifying-agriculture-pt-pln.jpg
PLN
Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru meresmikan secara langsung Program Electrifying Agriculture PT PLN (Persero) di Desa Peracak, Kecamatan Bunga Mayang, Ogan Komering Ulu Timur, Senin (04/10/21)
Dukung Sumsel Lumbung Pangan Nasional, PLN Berikan Listrik Masuk Sawah dan Electrifying Agriculture - herman-deru-meresmikan-secara-langsung-program-electrifying-agriculture-pt-pln-1.jpg
PLN
Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru meresmikan secara langsung Program Electrifying Agriculture PT PLN (Persero) di Desa Peracak, Kecamatan Bunga Mayang, Ogan Komering Ulu Timur,Senin (04/10/21)

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA-Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru meresmikan secara langsung Program Electrifying Agriculture PT PLN (Persero) di Desa Peracak, Kec. Bunga Mayang, Kab. Ogan Komering Ulu Timur pada Senin (04/10/21) pagi ini.

Desa yang menjadi salah satu penghasil padi di Sumsel ini telah mulai beralih menggunakan peralatan pertanian bertenaga listrik. PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Wilayah Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu (UIW S2JB) telah membangun jaringan listrik sepanjang 2 (dua) kilometer sirkuit (kms) untuk menyalurkan listrik pada 20 (dua puluh) kWh meter yang mencakup area seluas 42 hektar.

Dalam acara yang masuk dalam rangkaian kegiatan Pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perhimpunan Penyuluh Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI) Sumatera Selatan itu, Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru bersama Ketua Umum DPP Perhiptani Indonesia, H. Isran Noor dan Bupati Ogan Komering Ulu Timur, H. Lanosin Hamzah, S.T., melakukan penyalaan saklar listrik sebagai simbolis dimulainya Electrifying Agriculture di kawasan tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Ogan Komering Ulu Timur, mengatakan jika pertanian tidak akan berhasil tanpa diiringi niat dari pelaksananya itu sendiri yaitu para petani. Selain itu, juga dukungan dari seluruh pihak yang terkait.

"Dengan kerja keras dari pelaku pertanian, Kabupaten OKU Timur menjadi peringkat IV Terbaik Peningkatan Produksi Padi di Tingkat Nasional. Dan hari ini, Alhamdulillah menjadi percontohan untuk Program Listrik Masuk Sawah Electrifying Agriculture dari PLN," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum DPP Perhiptani Indonesia, H. Isran Noor menyampaikan apresiasinya kepada PLN atas kepedulian dan bantuan yang diberikan kepada petani, khususnya ke Kelompok Tani Sri Rejeki Desa Peracak, Kabupaten OKU Timur itu.

“Terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan oleh PLN. Karena berkat bantuan program listrik masuk sawah yang diberikan oleh PLN dapat menghidupkan kembali pertanian di OKU Timur. Kondisi air yang tadinya kering kini melimpah ruah sehingga dapat kembali menjadi sumber untuk pertanian. Biaya operasional pun dapat ditekan sampai dengan 80 persen dari sebelumnya menggunakan BBM.”jelas Isran Noor.

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, dalam sambutannya mengatakan bahwa Program Electrifying Agriculture merupakan program inovatif yang bisa diterapkan untuk seluruh daerah di Sumatera Selatan. Hal ini sejalan dengan pencapaian Provinsi Sumatera Selatan sebagai Lumbung Pangan Nasional dan Penghargaan sebagai Provinsi Penghasil Beras IV Besar Nasional yang diberikan oleh Menteri Pertanian RI, H. Syahrul Yasin Limpo beberapa waktu lalu.

“Program Listrik Masuk Sawah dan Electrifying merupakan program yang sangat inovatif dan silahkan untuk dapat direalisasikan di seluruh daerah. Ini merupakan sistem irigasi termurah dan sangat efisien serta program ini dimulai dari Kabupaten OKU Timur dan pasti akan berkembang ke daerah-daerah lainnya.”ujar Deru.

Electrifying Agriculture sendiri merupakan program inisiatif PLN untuk menghadirkan listrik sebagai salah satu pilihan sumber tenaga bagi peralatan-peralatan pertanian. Dengan menginvestasikan pembangunan jaringan pada area pertanian yang produktif, diharapkan dapat mendorong para petani untuk dapat meningkatkan pendapatannya melalui sumber energi yang terjangkau dan bebas polusi.

Program Electrifying Agriculture di Desa Peracak ini merupakan salah satu Program Bantuan Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) yang merujuk pada Pilar Pembangunan Ekonomi dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) pemerintah. Bantuan senilai Rp.102.000.000,- ini direalisasikan dalam bentuk peralatan pertanian berbasis elektrik, antara lain: Pompa air listrik sebanyak 12 unit untuk menggantikan penggunaan pompa air berbahan bakar minyak, Peralatan sinar UV untuk optimalisasi fotosintesis tanaman padi, dan Peralatan pengusir hama (burung dan tikus) eletronik. Bantuan juga meliputi pemasangan baru (PB) untuk Electrifyng Agriculture sebanyak 10 ID Pelanggan.

Selanjutnya, bantuan tersebut sebagai tahap awal percontohan Electrifyng Agriculture bagi kawasan pertanian produktif lainnya. Direncanakan,dalam kurun waktu 1-2 tahun kedepan akan dilakukan monitoring dan kajian akan dampak penggunaan peralatan berbasis listrik kepada hasil pertanian.

Diharapkan bantuan PLN ini dapat memberikan dukungan bagi pertanian di Desa Peracak khususnya dan memberikan dukungan pada kawasan Lumbung Padi Sumsel dengan menghadirkan listrik ke sentra-sentra pertanian. PLN akan terus berupaya untuk menyediakan infrastruktur pendukung pertanian berbasis energi listrik yang mempermudah petani, menguntungkan secara ekonomi dan tentunya ramah lingkungan.

(RIL)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved