Breaking News:

Berita Ogan Ilir

Dikunjungi Menparekraf Sandiaga Uno, Ini Proses Pembuatan dan Harga Songket Desa Burai OI

Pangsa pasar songket dari Desa wisata Burai Ogan Ilir (OI) telah menjangkau beberapa daerah di Sumatera, diantaranya Lampung, Jambi dan Riau

TRIBUNSUMSEL.COM/AGUNG
Pengrajin songket di Desa Burai memamerkan karya seni hasil buatan mereka, Minggu (3/10/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Menteri Ekonomi Kreatif dan Pariwisata (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno belum lama ini mengunjungi Desa Burai di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. 

Kunjungan Sandiaga pada Kamis (30/9/2021) lalu itu dalam rangka melihat langsung potensi wisata di desa yang masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2021.

Salah satu potensi yang ada di Desa Burai ialah kerajinan kain tenun songket. 

Berbagai macam songket diantaranya Bungo Cino, Cantik Manis, Lepus, Rakam, ditawarkan oleh pengrajin desa setempat yang didominasi ibu-ibu. 

Ririn, salah seorang pengrajin songket mengatakan, untuk membuat sehelai songket ukuran panjang 2 meter dan lebar 1 meter, dibutuhkan waktu beberapa hari hingga berminggu-minggu. 

"Bisa satu dua minggu, bisa juga satu bulan. Tergantung jenis dan motifnya, dan juga kami ini kan ibu rumah tangga harus membagi waktu antara kewajiban dan menenun songket," ujar Ririn saat ditemui di Desa Burai, Minggu (3/10/2021). 

Ririn mengaku sejak remaja mulai menenun songket yang merupakan kerajinan warisan orang tua dan kakek-neneknya. 

"Kalau menenun songket, saya awalnya mulai belajar sejak kelas 6 SD waktu itu tahun '98, begitulah," ujar wanita 35 tahun ini. 

Hingga kini, Ririn bisa dibilang sudah sangat mahir menenun benang sutera, benang emas dan benang lungsin menjadi karya seni berupa songket yang bernilai tinggi. 

Untuk sehelai songket, dihargai mulai Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved