Breaking News:

OKI Mandira

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir Bentuk Lembaga Pencegahan Karhutla

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir berkomitmen tinggi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diwilayahnya.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Prawira Maulana
OKI MANDIRA
Proses pemadaman kebakaran lahan di perusahaan PT. Rambang Agro Jaya yang berada di Desa Cinta Jaya Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir terus dilakukan, Kamis (23/9/2021) lalu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir berkomitmen tinggi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diwilayahnya.

Terbukti dengan rencana pembentukan lembaga pencegahan Karhutla yang melibatkan pihak swasta dan organisasi masyarakat sipil. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, Listiadi Martin mengatakan pentingnya dilakukan tindakan preventif dalam pencegahan karhutla di Bumi Bende Seguguk.

"Upaya pencegahan akan menjadi lebih optimal jika dilakukan secara bersama-sama dan tidak hanya menunggu di musim kemarau atau setelah masa kedaruratan Karhutla ditetapkan,"

"Komitmen bersama diwujudkan dalam bentuk kelembagaan yang disepakati bersama sehingga berjalan secara mandiri dan berkelanjutan," terangnya dalam diskusi yang diselenggarakan diruang Pemda OKI, Kamis (30/09/2021) pagi.

Selanjutnya, Listiadi mengatakan tidak ada cari lain yang lebih ampuh selain kolaborasi lintas sektor untuk mempermudah dalam mencapai tujuan bersama karena Karhutla urusan bersama dan harus diselesaikan secara bersama. 

"Satu rumus permanen yang dapat kita lakukan yaitu dengan memperkuat sumber daya dan kapasitas pelaku-pelaku pencegahan karhutla melalui proses peningkatan kapasitas berjenjang dan mengedepankan praktik gotong-royong di semua tingkatan," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Iwan Setiawan menyatakan dari pengalaman tahun sebelumnya bahwa model kelembagaan dalam pencegahan karhutla tidak hanya membentuk organisasi tetapi juga harus didukung dengan pembauran semua pihak.

"Pembaruan anggaran, peningkatan sumberdaya semua tingkatan klaster dan perlunya pendampingan kontinyu dari pihak profesional untuk menuju kemandirian klaster karhutla," jelas Iwan.

Dalam mewujudkan kelembagaan berbasis klaster yang melibatkan multi pihak. Kabupaten bersama dengan KEMITRAAN melalui program Strengthening Indonesian Capacity for Anticipatory Peat Fire Management (SIAP-IFM) dengan dukungan dari United Nations Environment Program (UNEP). 

Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi salah satu dari 3 Kabupaten atau Kota di Indonesia yang akan menjadi percontohan penerapan kelembagaan klaster untuk pencegahan karthutla di Indonesia. 

Selain itu Yidha Yuanita Sutomo, Program Assistant SIAP-IFM KEMITRAAN menyebut program ini merupakan inisiatif bersama untuk mencegah kebakaran di lahan gambut.

"SIAP-IFM Project ini bertujuan untuk menerapkan praktek terbaik dan pendekatan inovatif Manajemen Kebakaran Terintegrasi, untuk mendukung Initiatif Gambut Global dan Pemda Ogan Komering Ilir," jelasnya. 

Dirinya menyebut, keberhasilan pembentukan kelembagaan berbasis klaster (kelembagaan secara mandiri) dapat mengantisipasi dan mendeteksi lebih awal potensi Karhutla sehingga dapat dicegah. 

"Adapun keterlibatan multi pihak diharapkan membuat daerah lebih efisien dan terstruktur dalam mengelola sumber daya yang ada," tandasnya.(adv)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved