Breaking News:

Berita OKI

Menengok Fakta Sebenarnya di Kuala Dua Belas, Desa yang Viral Akibat Styrofoam

Desa yang berada di antara muara selat Bangka dan sungai ogan ini, merupakan bagian dari Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan.

Menengok Fakta Sebenarnya di Kuala Dua Belas, Desa yang Viral Akibat Styrofoam - tim-act-sumsel-mengunjungi-desa-kuala-dua-belas-kecamatan-tulung-selapan.jpg
ACT
Tim ACT Sumsel mengunjungi Desa Kuala dua belas kecamatan tulung selapan, kabupaten OKI, Sumatera Selatan.
Menengok Fakta Sebenarnya di Kuala Dua Belas, Desa yang Viral Akibat Styrofoam - tim-act-sumsel-mengunjungi-desa-kuala-dua-belas-kecamatan-tulung-selapan-oki.jpg
ACT
Tim ACT Sumsel mengunjungi Desa Kuala dua belas kecamatan tulung selapan, kabupaten OKI, Sumatera Selatan.

TRIBUNSUMSEL.COM, OKI- Desa Kuala dua belas mendadak viral lantaran video berdurasi dua menit yang memperlihatkan tiga anak sekolah di desa tersebut, tersebar di dunia maya.

Desa yang berada di antara muara selat Bangka dan sungai ogan ini, merupakan bagian dari Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan.

Video viral itu pun menuai berbagai komentar dari masyarakat, banyak yang mempertanyakan tentang kebenaran video tersebut.

Merespons kejadian itu, tim Aksi Cepat Tanggap Sumsel mendatangi langsung lokasi desa yang jaraknya cukup jauh dari kota Palembang.

Berangkat dari kota Palembang pukul 13.00 WIB, tim ACT Sumsel harus menempuh jarak selama 4,5 jam jalur darat, ditambah 3 jam jalur air dengan menggunakan speedboat. 

Tiba dilokasi, tim ACT pun disambut hangat oleh kepala desa dan warga setempat.

Desa yang dihuni oleh sebanyak 350 Kepala Keluarga, dan jumlah penduduk mencapai 1.076 orang  ini terbagi menjadi empat dusun dan terbelah menjadi dua diantara aliran sungai ogan.

Saat tim mengonfirmasi tentang kebenaran video yang sedang viral itu, Hartoni, selaku kepala desa Kuala Dua Belas mengatakan bahwa, anak-anak di desanya memang terbiasa menggunakan kotak sterofoam untuk bermain di sungai, bahkan terkadang saat orang tua mereka tidak sempat menjemput sekolah mereka menggunakannya sebagai perahu.

“Anak-anak disini sering pakai sterofoam itu untuk bermain-main, itu kotak tempat nampung udang warga disini. Meski kami juga sudah mengingatkan mereka untuk tidak pakai itu karena bahaya, ya namanya anak-anak kadang masih saja tetap nekat menggunakannya, Tapi memang anak-anak disini semua bisa berenang dengan baik,” kata Pak Hartoni, Minggu (26/09/2021)

Fakta lainnya, di desa ini ternyata hanya ada sekolah tingkat dasar (SD), yaitu SDN 01 sebagai satu-satunya sekolah yang menjadi tempat menimba ilmu anak-anak di desa ini. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved