Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Banjir di Lubuklinggau Rusak Dua Jembatan, Ini Tanggapan Nanan

Wali kota yang biasa di panggil Nanan ini menyampaikan total wilayah yang terdampak banjir Minggu (26/9/2021) ada lima kelurahan yang terdampak.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO
Anak-anak di RT 07 Kelurahan Wira Karya Kota Lubuklinggau saat melintasi jembatan yang rusak diterjang banjir, Senin (27/9/2021) 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU --Wali Kota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe mengaku telah mengunjungi wilayah -wilayah yang terdampak banjir di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel).

Wali kota yang biasa di panggil Nanan ini menyampaikan total wilayah yang terdampak banjir Minggu (26/9/2021) kemarin ini ada lima kelurahan yang terdampak.

"Kemarin kita sudah masuk ke lima kelurahan yang terdampak banjir, kita melakukan inventarisasi apa saja yang mengalami kerusakan," ungkapnya pada wartawannya, Senin (27/9/2021).

Menurutnya, hasil pantauan di lapangan ada dua jembatan yang rusak parah, solusi  kedepan jembatan yang rusak ini akan direhab dan diganti baru.

Dua jembatan satu akan di rehab dan satu akan diganti baru karena rusak parah.

"Jembatan itu rusak bukan oleh air tapi karena ditabrak pohon, perbaikan jembatan yang rehab lebih prioritas yang lainnya tahun depan," ujarnya.

Nanan mengatakan jembatan Besi di wilayah Kelurahan Wira Karya itu sudah pernah diperbaiki, dulu jembatan itu hanya kayu kemudian untuk akses warga diganti dengan besi sekarang rusak karena dihantam kayu.

Kesimpulan banjir di beberapa titik kemarin disebabkan karena curah hujan yang sangat tinggi, bencana banjir ini bukan hanya terjadi di Lubuklinggau, namun hampir merata di wilayah Sumsel.

"Akhirnya debit air sangat tinggi besar, ditambah sumbatan air yang tidak lancar," ungkapnya.

Lanjutnya, untuk Lubuklinggau kemarin hasil pantauan disebabkan oleh tumpukan sampah, pohon tumbang dan sebagainya sehingga membuat aliran air menyempit dan akhirnya meluap.

"Ditambah masyarakat membangun rumah di bantara Daerah Aliran Sungai (DAS) padahal aturannya 15-30 meter dari aliran sungai," ujarnya.

Selama ini masyarakat sudah diingatkan dan resikonya seperti ini, solusinya yang akan dilakukan adalah melakukan revitalisasi sungai  dan irigasi.

"Kita minta masyarakat jangan lagi kebiasaan membuang sampah sembarang, lalu masyarakat kita minta membersihkan penghalangnya," tambahnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved