Berita Viral

Nasib 3 Pelajar yang Pakai Styrofoam Menyebrangi Sungai di OKI, Ortu Dipanggil Kepala Sekolah

Sebenarnya peringatan kepada wali murid telah dilakukan, dikarenakan sebelumnya juga sempat terjadi hal serupa di mana anak-anak nekat menyebrangi sun

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Siemen Martin

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Dalam beberapa hari ini masyarakat dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan tiga orang anak berseragam sekolah menyebarangi dan mengarungi sungai hanya memakai kotak gabus sintesis (Styrofoam).

Berdasarkan data yang dihimpun Tribunsumsel.com, jika anak-anak tersebut tinggal di pinggir Sungai Riding Desa Kuala Dua Belas Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Menurut Kepala Sekolah SD Negeri 1 Kuala Dua Belas, Yusliana Sri Safitri ketiga anak yang bernama Arfan, Fadil, dan Resa merupakan murid kelas 3 dan 5 di sekolah tersebut.

"Total keseluruhan dari kelas 1 sampai 6 ada 75 murid. Seluruhnya tinggal di seberang sungai, jadi jika ingin ke sekolah harus menggunakan speed boat atau kapal ketek," jelasnya saat dikonfirmasi, Minggu (26/9/2021) pagi.

Dirinya membenarkan jika sepanjang sungai tersebut belum terdapat jembatan penyeberangan.

"Bentang sungai di sini sangat lebar sekitar 150 meter apalagi kedalaman yang diperkirakan mencapai 7 meter," ujarnya penyebab belum adanya jembatan penyeberangan.

Terkait video yang diabadikan hingga menjadi viral, Yusliana menceritakan jika anak muridnya tersebut menaiki styrofoam saat perjalanan pulang sekolah.

"Jadi waktu itu mereka berangkat ke sekolah diantarkan oleh orangtuanya masing-masing dengan perahu, setelah itu orangtuanya langsung pergi mencari ikan,"

"Tetapi waktu pulang sekolah orangtua mereka belum menjemput, maka anak-anak ini mengambil styrofoam (bekas kotak ikan) yang ada dan menggunakan sebagai alat transportasi untuk nyebrang," jelasnya.

Sebenarnya peringatan kepada wali murid telah dilakukan, dikarenakan sebelumnya juga sempat terjadi hal serupa di mana anak-anak nekat menyebrangi sungai dengan kotak gabus.

"Sekitar dua tahun yang lalu juga pernah ada beberapa anak yang memakai gabus (bekas kotak mesin speedboat) berangkat ke sekolah. Bahkan waktu itu dalam satu kotak diisi 4 anak,"

"Waktu itu kami segera memanggil wali murid dan mengancam mereka jika masih terulang maka anaknya akan dikeluarkan dari sekolah. Alhamdulillah setelah itu tidak ada lagi kejadian serupa," ujarnya.

Sangat disayangkan, saat ini kembali terulang dan menjadi viral bahwa anak-anak muridnya dengan gagah menyeberangi sungai tanpa menghiraukan keselamatan.

"Kemarin kita sudah kumpulkan wali murid dan menghimbau mereka untuk lebih memperhatikan keselamatan anak-anaknya. Semoga ke depannya tidak adalagi kejadian serupa," tegas dia.

Terlepas dari kejadian itu, Yusliana menyampaikan sebagian besar anak kecil maupun orang dewasa di sana memanfaatkan sungai sebagai transportasi satu-satunya.

Menurutnya kegiatan mencari ikan maupun udang merupakan mata pencaharian mayoritas penduduk.

"Berbagai kegiatan dilakukan di sungai Riding ini, karena ini sumber kehidupan utama bagi kami," pungkasnya.

Poto :

Kepala Sekolah SD Negeri 1 Kuala Dua Belas, Yusliana Sri Safitri saat menemui orangtua dari Arfan yaitu anak yang seberangi sungai dengan Styrofoam.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved