Breaking News:

Berita Palembang

Cerita Pelaku UMKM Eksis di Masa Pandemi, Keroyokan Bikin Ribuan Masker, Hingga Cetak Kartu vaksin

Berbagai upaya dilakukan UMKM mulai dari memodifikasi dan mendiferensiasi produk hingga mengubah jenis usaha.Tujuannya teksis memenuhi hajat hidup.

Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/VANDA ROSETIATI
Berbagai cara dilakukan pelaku UMKM untuk tetap eksis di masa Pandemi. UMKM produk fesyen membuat masker dan pelaku UMKM produk percetakan membuat kartu vaksin. 

Selama beberapa waktu siswa belajar daring dan belum memerlukan kartu pengenal. Event-event lebih banyak digelar daring sehingga otomatis tidak perlu Idcard.

"Kalau sebelum pandemi sekitar sedikitnya 300 sampai 500 pelanggan yang cetak kartu ini. Tapi sekarang untuk dapat 50 seminggu saja sudah untung," kata Indra.

Indra Saputra, pemilik usaha percetakan 21Olshop menuturkan di masa pandemi ini UMKM miliknya yang bergerak bidang percetakan turut terbantu dengan adanya warga cetak kartu.
Indra Saputra, pemilik usaha percetakan 21Olshop menuturkan di masa pandemi ini UMKM miliknya yang bergerak bidang percetakan turut terbantu dengan adanya warga cetak kartu. (TRIBUN SUMSEL/VANDA ROSETIATI)

Namun, Indra sedikit terhibur selama beberapa pekan terakhir. Sejak pemerintah menetapkan sertifikat vaksin jadi syarat perjalanan juga berbagai keperluan lain maka bisnis percetakan yang diusahakannya bersama istri bisa sedikit bernafas lega. Tren masyarakat mencetak kartu vaksin berimbas pada usaha percetakannya. Banyak warga yang mencetak sertifikat vaksin menjadi seukuran KTP atau kartu ATM.

"Alhamdulillah kalau sekarang banyak juga yang order cetak kartu vaksin. Seminggu bisa 15 sampai 20 pelanggan," kata ayah satu anak yang sehari-hari juga bekerja di salah satu perusahaan media lokal di Palembang.

Khusus untuk kartu vaksin ini kata Indra, dia memiliki tiga variasi produk. Untuk ukuran kartu nama tanpa dikeraskan Rp 5.000, ukuran piagam besar Rp 15 ribu dan seukuran KTP atau kartu ATM yang sudah dikeraskan Rp 10 ribu.

"Paling ramai peminatnya kartu seukuran ATM. Harganya mau satu sisi atau dua sisi bergambar tetap sama saja, Rp 10 ribu per kartu," katanya.

Indra lebih lanjut menuturkan sebagai pihak yang menerima order percetakan kartu vaksin dirinya pun menerapkan kehati-hatian. Sebelum menerima order dipastikan data yang dikirim pelanggan memang data yang bersangkutan, dirinya hanya mencetak tidak mengubah atau menambahi apapun pada file yang diminta untuk dicetak. Kartu yang dicetak hanya yang terdata di aplikasi Peduli lindungi.

"Kalau mau order bisa langsung ke nomor WA saya ini 085783865799," kata Indra berpromosi.

Digitalisasi Marketing

Pengamat Ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Palembang Dr Sri Rahayu menuturkan sejak pertamakali Indonesia mengkonfirmasi Covid-19 pada Maret 2020 memang sektor UMKM yang paling terdampak. Dari sekitar 64 juta pelaku UMKM secara nasional, lebih dari 90 persen terdampak pandemi ini dan mengalami penurunan pendapatan. Namun, di sisi lain justru terjadi peningkatan jumlah pelaku UMKM.

"Dalam catatan saya, di akhir 2019 lalu jumlah UMKM di Sumsel ada sekitar 600. Angka ini bertambah hingga awal 2021 lalu menjadi sekitar 1200 pelaku UMKM di Sumsel," kata Sri Rahayu dihubungi Kamis (23/9/2021).

Tumbuhnya angka pelaku UMKM di saat Pandemi Covid-19 ini bisa dijelaskan secara teoritis. Banyaknya pekerja atau karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) menggunakan uang pesangon dan membuka usaha, adalah salah satu alasan.

Alasan lainnya adalah adanya pembatasan untuk bepergian sehingga sebagian masyarakat yang berpenghasilan menengah ke atas memiliki dana tidak terpakai yang sebelumnya dialokasikan untuk berwisata. Oleh mereka dana ini digunakan sebagai modal bagi anak-anak mereka yang sudah menyelesaikan pendidikan tetapi belum memperoleh pekerjaan. Hal ini terlihat dari banyaknya UMKM yang pemiliknya adalah anak-anak muda dengan usaha yang juga kekinian, seperti usaha kafe.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Palembang, Doktor Sri Rahayu.
Pengamat Ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Palembang, Doktor Sri Rahayu. (ISTIMEWA)

Setidaknya kata Ayu ada empat langkah yang bisa dilakukan UMKM untuk terus eksis di tengah Pandemi juga setelahnya. Pertama adalah beralih ke digitalisasi marketing yang akan menjadikan bisnis lebih efisien. Mulai dari membeli produk, memasarkan juga penjualan sekarang bisa dilakukan secara digital. Apalagi cukup banyak market place yang sekarang menyediakan promo ongkir sehingga ini juga bisa menekan biaya produksi.

Langkah kedua adalah pelaku UMKM pun hendaknya memiliki kemampuan digitalisasi dan ini bisa didapatkan melalui keikutsertaaan pelaku pada aneka pelatihan secara serius.

"Jadi pelaku UMKM sekarang ini harus multitasking. Mulai dari pembuatan hingga packaging harus bisa, dan ini semua bisa didapat melalui pelatihan yang serius. Jangan hanya sekedar ikut pelatihan," katanya.

Keikutsertaan peserta di berbagai pelatihan ini juga sekaligus membuka peluang adanya rekanan bisnis baru baik sesama pelaku UMKM atau pihak lainnya.

Langkah ketiga adaah penetapan harga yang harus disesuaikan keiginan dan segmen pasar. Adanya digitalitasi memudahkan pelaku UMKM tahu lebih cepat produk yang diinginkan pasar berikut penetapan harga.

Langkah keempat atau terakhir adalah melakukan promosi efektif bisa melalui media sosial facebook, YouTube, Ig dan WhatsApp.

Ringkasnya, kata Ayu agar bisa eksis maka pelaku UMKM harus berinovasi, melakukan variasi juga diversifikasi dan diferensiasi atau membedakan produknya dengan produk serupa, menerapkan digital marketing dan memahami segmen.

Dia mencontohkan, seorang pelaku UMKM fesyen pakaian misalnya bisa berinovasi dengan membuat produk masker dengan diferensiasi masker cantik. Segmen yang dibidik adalah perempuan dan strategi promosi adalah membuat masker cantik yang tetap bisa dipakai bersamaan dengan masker kesehatan.

"Contoh lain seorang pelaku UMKM buah-buahan, dia bisa mempromosikan usahanya sembari menekankan pentingnya konsumsi buah untuk meningkatkan imunitas tubuh. Apalagi saat ini masyarakat sudah sangat paham akan pentingnya kesehatan," katanya di akhir perbincangan.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved