Breaking News:

Berbulan-bulan di Tengah Selat Bangka

Sebagai upaya menjaga keandalan pasokan dan penurunan Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik, PLN membangun sistem interkoneksi Sumatera – Bangka.

Editor: Vanda Rosetiati
HUMAS PLN
Sebagai upaya menjaga keandalan pasokan dan penurunan Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik, PLN membangun sistem interkoneksi Sumatera – Bangka melalui jaringan 150 kV. 
  • Interkoneksi Listrik Sumatera – Bangka

TRIBUNSUMSEL.COM - Pemerintah saat ini sedang gencar untuk membangun perekonomian negara. Bebagai kebijakan untuk menarik investor, baik asing maupun domestik, terus digulirkan. PLN yang bertugas untuk mensupport agenda pemerintah tersebut juga harus mempersiapkan diri untuk mencukupi kebutuhan listrik yang dibutuhkan. Salah satu provinsi yang cukup menarik investor di Sumatera ini adalah Provinsi Bangka Belitung. Peningkatan kebutuhan listrik menjadi salah satu indikatornya. Meskipun saat ini masih menghadapi pandemic, namun growth atau pertumbuhan penjualan di Bangka Belitung naik sangat signifikan di banding provinsi lain di Sumatera. Pada bulan Agustus 2021, hanya PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung yang bisa mencapai target yang diberikan oleh PLN Pusat dengan perolehan 103% dari target.

Untuk Pulau Bangka sendiri, beban puncak naik sekitar 22MW sepanjang tahun 2021, dimana pada awal tahun ini beban puncak (BP) listrik pulau Bangka sebesar 156 Mega Watt (MW) dan di bulan Agustus kemarinnaik menjadi 182 MW. Perlu diingat bahwa pada periode tersebut pemerintah masih menerapkan PPKM hamper di seluruh provinsi, baik kota maupun kabupaten. Saat ini, dengan beban puncak sekitar 182 MW, sistem kelistrikan di Pulau Bangka masih isolated. Semua itu dilayani oleh pembangkit di sistem bangka berkapasitas hanya 238,5 MW. Sangat riskan dan tidak bisa memenuhui kebutuhan dengan pertumbuhan ekonomi yang terus tumbuh.

Menjawab tantangan itu, sebagai upaya menjaga keandalan pasokan dan penurunan Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik, PLN membangun sistem interkoneksi Sumatera – Bangka melalui jaringan 150 kV. Sistem Jaringan kelistrikan yang dibangun ini menggunakan media Jaringan Transmisi sepanjang 30 km dan saluran kabel laut atau under sea cable sepanjang 36 KM yang menghubungkan Gardu Induk tanjung api-api di Palembang dengan gardu induk mentok di pulau bangka.

Dendi Kusumawardana selaku General Manager Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan merupakan orang yang bertanggung jawab akan kesuksesan proyek interkoneksi Sumatera – Bangka ini. “Berbagai tantangan dihadapi dalam proses pembangunan meliputi dari kondisi cuaca, kondisi geografis lahan berupa rawa di sisi sumatera, kondisi pasang surut air laut serta banyaknya binatang buas yang berada di sekitar area konstruksi dan kondisi pandemi Covid-19 yang membatasi mobilitas personil, material dan barang terutama yang terkait importasi kabel laut dari Jepang. Semua itu merupakan tantangan yang harus kita selesaikan demi melistriki Pulau Bangka dari Sumatera” tegas Dendi

Pada saat ini instalasi yang sudah diselesaikan adalah Gardu induk 150 kV Muntok, Gardu Induk Tanjung Api-Api, serta Landing Point Tanjung Carat dan landing point muntok yang diperlukan untuk koneksi kabel laut setelah selesai dilakukan penggelaran. Adapun pekerjaan yang sedang berjalan adalah penarikan kawat konduktor di sisi Bangka, pembangunan pondasi, dan erection tower di sisi sumatera serta penggelaran kabel laut di selat Bangka. Untuk penggelaran kabel laut dilakukan menggunakan 2 kapal utama yang memulai penggelaran dan pemendaman kabel laut dari kilometer 11,4 dimana 1 kapal bergerak ke arah bangka dan menggunakan tongkang ke arah Sumatera.

PLN menggandeng WIKA untuk pekerjaan infrastruktur penggelaran kabel laut ini. Total 8 unit perahu dikerahkan WIKA untuk penggelaran kabel melintasi Selat Bangka yaitu Cable Installer Barge (CIB), Jet Sledge, Concrete Protection Barge (CPB), NOSTAG 10, Vertical Injector, Vessel for ROV, Tug Boat dan juga AHT. Pada tanggal 21 September 2021, Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan, Wiluyo Kusdwiharto bersama Direktur Niaga dan Managemen Pelanggan, Bob Saril, melakukan peninjuan lapangan beserta jajaran Manajemen PLN Unit untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa sistem interkoneksi tersebut dapat dioperasikan di penghujung tahun 2021.

“Kabel bawah laut saat ini sudah terbentang sepanjang lima kilometer. Dengan selesainya pembangunan ini nanti, sistem kelistrikan Pulau Bangka yang semula terisolir akan terhubung dengan sistem kelistrikan 150 kV Sumatera, dan secara berangsur-angsur daya yang disalurkan akan ditingkatkan hingga sebesar 90 MW, setengah dari beban puncak yang ada.” Ungkap Wiluyo

“Seluruh pihak yang terkait agar saling bekerjasama dalam mencapai target penyelesaian dan pengoperasian sistem interkoneksi ini sehingga dapat mendukung kinerja PLN dalam peningkatan pelayanan kepada pelanggan,” tutup Dendi .

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved