Breaking News:

Berita PALI

Perhatikan Kesejahteraan Petani Plasma

Pemateri kegiatan itu Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan melalui Kabid P2HP H Rudi Arpian.

SRIPOKU/REIGAN
Kegiatan DAK non fisik Tahap II TA 2021 dengan tema Pola Kemitraan dan Pemberdayaan koperasi mitra Plasma berdasarkan UU Nomor 39 Tahun 2014, Kamis (23/9/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI -- Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar kegiatan DAK non fisik Tahap II TA 2021 dengan tema Pola Kemitraan dan Pemberdayaan koperasi mitra Plasma berdasarkan UU Nomor 39 Tahun 2014.

Pada kegiatan itu, hadir sebagai pemateri yakni Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan melalui Kabid P2HP H Rudi Arpian serta diikuti 29 perwakilan koperasi yang ada di Kabupaten PALI.

Kemudian, turut hadir pihak PT Agro sebagai pemateri. 

Kegiatan itu dibuka langsung Wakil Bupati PALI, Drs H Soemarjono didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Heri Aprian. 

Kegiatan tersebut digelar selama tiga hari, yakni Kamis s/d Sabtu (23s/d25/9/2021). 

Wabup PALI, Soemarjono berkata bahwa pihaknya sengaja datang untuk memberikan motivasi khususnya pelaku koperasi dan umumnya para pelaku ekonomi setelah terdampak pandemi.

"Dengan dimotori Koperasi kami memberikan apresiasi kepada pelaku Koperasi Plasma kepada petani. Mudah-mudahan setelah ini ada pelatihan lain kedepannya." Ungkap Soemarjono.

Sementara itu, H Rudi Arpian SP MSI Kabid P2HP Disbun Provinsi Sumsel berkata bahwa dalam giat kali ini pihaknya menekankan kesejahteraan para petani di Koperasi Plasma.

Dijelaskan, koperasi Sawit khususnya Koperasi Plasma sudah ada yang bermitra dengan perusahaan inti yang didalamnya ada program koperasi Plasma.

Perusahaan yang menjadi pengelola kebun. Sedangkan para petani menerima setelah dipotong dari perusahaan.

"Petani hanya menerima gaji dan tidak terlibat langsung didalam garapan lahannya. Seharusnya petani terlibat dalam garapan tersebut. Namun lantaran satu atap. Sehingga perusahaan yang menjadi penggagas." Jelasnya.

Dengan ini, petani diharapkan bisa melaksanakan kewajibannya.

Karena Sesungguhnya kemitraan ini ada yang harus saling menguntungkan antara petani dan perusahaan. 

"Nah yang ini kita berdayakan para koperasi plasma sehingga tidak tergantung dengan perusahaan. Cara bagaimana dengan mengelola kebun dilapangan." Jelasnya.

"Kendala dilapangan rata-rata seperti ini seharusnya dibentuk anggotanya yang harus mengedepankan kesejahteraan anggota. Kesejahteraan anggota petani Plasma selain daripada perusahaan sebagai pengelola," ujarnyaa.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved