Breaking News:

Alex Tersangka Masjid Sriwijaya

Kejati Sumsel Ungkap Peran Tiga Tersangka Baru Kasus Masjid Sriwijaya, Total Lost Kasus Rp 130 M

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman menyampaikan peran tiga tersangka baru Kasus dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -Nama Gubernur Sumatera Selatan periode 2008-2019 Alex Noerdin kembali terjerat kasus dugaan korupsi. 

Bersama Mudai Madang dan Laonma Pasindak Lumban Tobing, Alex Noerdin ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Jakabaring Palembang. 

"Peran tersangka AN adalah Gubernur Sumsel yang bertanggung jawab atas keputusan dana hibah. Kemudian MM adalah bendahara yayasan masjid dan tersangka LPLT adalah mantan kepala BPKAD yang bertanggung jawab atas pencairan," ujar Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman, Rabu (22/9/2021). 

Ketiganya terlibat dalam perkara pembangunan Masjid Sriwijaya dengan menggunakan dana hibah melalui yayasan wakaf masjid Sriwijaya pada tahun 2015 dan 2017.

Khaidir menjelaskan, Alex Noerdin sebagai gubernur yang juga sebagai penanggung jawab diduga tidak
menyalurkan dana hibah untuk pembangunan masjid sesuai dengan prosedur. 

Sedangkan Muddai Madang sebagai bendahara yayasan Masjid Sriwijaya, tidak memberikan alamat domisili di luar Sumatera Selatan.

Padahal, menurut Khaidirman pemberian dana hibah haruslah sesuai dengan wilayah pemerintah daerah.

"Alamat yayasan itu identik dengan alamat rumah tersangka MM di Jakarta," ujarnya. 

Baca juga: Kronologi Dugaan Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Aliran Uang, Lahan Bermasalah, 9 Orang Tersangka

Dalam proses pencairan dana hibah sendiri dilakukan sebanyak dua kali, yakni pada tahun 2015 sebesar Rp 50 miliar dan 2017 Rp.80 miliar dengan total mencapai Rp 130 miliar.

"Berdasarkan hasil penyelidikan, total lost kasus ini mencapai Rp.130 miliar," ujarnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved