Breaking News:

Berita Banyuasin

Cerita Bripka Aceng, Katim Riksa Polsek Talang Kelapa, Pernah Diteriaki Maling Saat Tangkap Penjahat

Kepala Tim Riksa Polsek Talang Kelapa Bripka Aceng Zainal Arifin punya pengalaman pernah diteriaki maling saat tangkap penjahat.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Kepala Tim Riksa Polsek Talang Kelapa Bripka Aceng Zainal Arifin pernah diteriaki maling saat akan menangkap penjahat. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Cita-cita sejak kecil ingin menjadi seorang anggota polisi, akhirnya kesampaian. Kepala Tim Riksa Polsek Talang Kelapa Bripka Aceng Zainal Arifin, tak pernah terpikir setelah menyelesaikan pendidikan akan dikirim untuk bertugas di Sumsel.

Pria kelahiran Bandung, 20 Juni 1977 ini langsung bertugas di Polda Sumsel usai melaksanakan pendidikan di SPN Porong Surabaya Jatim. Setidaknya, sudah 24 tahun menjalani tugas sebagai seorang polisi.

Saat ini, Aceng panggilan akrabnya bertugas di Polsek Talang Kelapa Banyuasin sebagai Katim Riksa. Saat ditemui, ia menceritakan bila sejak kecil ia memang bercita-cita ingin jadi polisi.

"Lihat polisi itu gagah. Jadi punya keinginan besar jadi polisi. Selain itu, bisa melayani masyarakat," ujarnya, Rabu (22/9/2021).

Selama menjadi seorang polisi, pastinya menurut Aceng banyak suka duka yang dilalui. Suka dalam bertugas, pastinya bisa kenal banyak orang. Selain itu, bila sudah berhasil melakukan ungkap kasus memiliki kepuasan tersendiri.

Di sisi lain, dukanya bila sudah melakukan penyelidikan tetapi tidak berhasil. Sudah badan lelah, saat pulang terkadang kena marah istri karena tidak bisa mengabari ketika akan berangkat.

Hal itu, dimakluminya karena bentuk sayang istri dan keluarga terhadapnya. Tetapi, ia juga tidak mau lalai dalam melaksanakan tugas. Sehingga, sangat sering ia memberikan pengertian kepada istri dan anak-anaknya.

"Kalau cerita dan pengalaman yang tidak dapat terlupakan saat mau menangkap. Saya pernah melakukan penangkapan di wilayah yang minim pemahaman hukumnya. Saat akan melakukan penangkapan terhadap pelaku pencarian, kami malah diteriaki warga sekitar pencuri. Sudah gagal menangkap, hampir dipukuli massa saat itu," ceritanya.

Baca juga: Operasi Patuh Musi di Empat Lawang, Polisi Bagikan Masker Imbau Warga Terapkan Prokes

Lanjutnya, Aceng memang sangat tidak terbayang bisa bertugas di Sumsel hingga sekarang dan beristri orang Sumsel. Karena, saat itu ketika ia diperintahkan untuk bertugas di Sumsel sudah terpikir watak orang Sumsel yang keras.

Dari itulah, ia berpikir untuk mawas diri dan tetap menjalankan tugas secara profesional sebagai seorag polisi. Hingga sekarang, ia tetap bersemangat dan senang bertugas di Sumsel.

"Kalau yang sering protes itu anak, karena jarang ketemu. Obatnya video call dan diberikan pengertian. Jadi, sekarang anak-anak juga mulai paham pekerjaan orangtuanya sebagai abdi negara," pungkasnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved