Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Berkas Korupsi Anggaran Penas KTNA 2020 Lengkap, Catur Ketua KTNA Musi Rawas Akan Jalani Sidang

Catur Handoko merupakan tersangka kasus tindak pidana korupsi anggaran Penas KTNA Tahun Anggaran 2020 lalu.Berkasnya lengkap segera disidangkan.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Catur Handoko Ketua KTNA Musim Rawas saat proses pelimpahan dari penyidik ke penuntut umum di Lapas Kelas II A Lubuklinggau, Selasa (21/9/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Berkas perkara Ketua KTNA Musi Rawas, Catur Handoko sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Lubuklinggau.

Dalam waktu dekat berkas perkaranya segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Palembang untuk segera disidangkan.

Catur Handoko merupakan tersangka kasus tindak pidana korupsi anggaran Penas KTNA Tahun Anggaran 2020 lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Willy Ade Khaidir melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Yuriza Antoni menyampaikan setelah pelimpahan dari penyidik ke penuntut, maka kasus akan segera disidangkan.

"Penuntut Umum tetap melakukan penahanan terhadap Catur Handoko selama 20 hari. Secepatnya penuntut menyiapkan dakwaan untuk dilimpahkan ke PN Tipikor Palembang,” ungkapnya saat dihubungi Tribunsumsel.com, Selasa (21/9/2021).

Diketahui kasus yang menjerat Catur bermula setelah Kejari Lubuklinggau menerima laporan adanya penyelewengan anggaran hibah KTNA Mura senilai Rp 1, 073 Miliar yang diperuntukan untuk kegiatan Pekan Nasional (PENAS) tahun 2020 di Sumatera Barat (Sumbar).

Namun, diduga kegiatan tersebut batal digelar lantaran adanya Pandemi Covid-19, sementara uang hibah tesebut diduga belum dikembalikan ke kas negara sepenuhnya.

Baca juga: Terduga Kurir Narkoba Bawa 811,11 Gram Sabu Diringkus Polisi Muratara, Temannya Melarikan Diri

Tersangka Catur sudah ditahan selama 20 hari. Dalam kasus KTNA ini berdasarkan hitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumsel beberapa waktu lalu, akibat perbuatan tersangka Catur negara mengalami kerugian sebesar Rp. 477 juta.

Dalam kasus ini juga Kejari Lubuklinggau telah menyita sejumlah barang bukti berupa tas dan uang yang dikembalikan tersangka beberapa waktu lalu.

“Barang-barang yang disita berupa 100 buah topi, 100 celana olahraga, 100 baju kaos olahraga, dan 100 tas ransel, kemudian uang tunai sebesar Rp.110 juta," tambahnya. 

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved