Breaking News:

Berita Muratara

Gas Elpiji 3 Kg Susah Dicari di Muratara, Ada Warung Jual Sampai Rp 40 Ribu per Tabung

Gas elpiji 3 kilogram (kg) atau gas melon di Muratara langka, Tribunsumsel.com, Minggu (19/9/2021 ada warung menjual Rp 40 per Tabung

TRIBUNSUMSEL.COM/RAHMAT
Gas elpiji 3 kilogram atau gas melon di Muratara. Belakangan Gas Elpiji 3 Kg di Muratara Sulit Dicari, Harganya melambung tinggi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Gas elpiji 3 kilogram (kg) atau gas melon di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengalami kelangkaan.

Gas untuk masyarakat kurang mampu itu juga kini harganya melambung tinggi. 

Bahkan informasi yang diterima Tribunsumsel.com, Minggu (19/9/2021), ada warung yang menjual dengan harga mencapai Rp 40 ribu per tabung. 

"Sekarang masalahnya memang harganya mahal, terus barangnya tidak ada," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Muratara Syamsu Anwar.

Dia mengatakan saat ini sedang dibentuk tim khusus untuk memantau ke lapangan, adakah pangkalan atau penjual gas elpiji 3 kg eceran yang nakal.

Bila ada oknum pangkalan yang bermain harga untuk meraup keuntungan lebih, maka instansinya akan melapor kepada Pertamina agar ditindak. 

"Kita sudah rapat dengan Pertamina. Pertamina tidak main-main, kalau ada pangkalan yang nakal langsung ditindak. Sudah ada yang ditutup atau dicabut izin usahanya," kata Syamsu Anwar. 

Dia mengatakan, masyarakat miskin harusnya membeli gas melon langsung ke pangkalan dengan harga yang murah sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pertamina. 

Menurut Syamsu, pangkalan tidak boleh menjual gas elpiji 3 kg ke warung-warung untuk dijual lagi, karena itu akan membuat harga gas menjadi mahal. 

"Secara aturan, sebenarnya tidak boleh jual ke warung-warung itu, masyarakat beli ke pangkalan langsung, tapi nanti saya pelajari lagi aturannya," kata dia.

Rampok Sopir Truk yang Mobilnya Terjebak Lumpur di Rawas Ilir Muratara , 1 dari 4 Pelaku Ditangkap

Syamsu menambahkan saat ini pemerintah Muratara tengah mempelajari bagaimana mendirikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di kabupaten ini. 

Sebab kata Syamsu, bila suatu daerah memiliki SPBG bisa meminimalisir terjadinya kemahalan dan kelangkaan gas di masyarakat. 

"Kita masih menggodok bagaimana caranya ada SPBG di Muratara untuk menghindari kelangkaan dan harga mahal. Kita sudah nanya ke Pertamina apa saja syaratnya," ujar dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved