Breaking News:

Alex Noerdin Tersangka

Walikota Prabumulih Prihatin Alex Noerdin Ditahan Kejagung, Ridho: Pak Alex itu Idola Kita

Status tersangka dan penahanan Gubernur Sumsel Alex Noerdin turut mengundang rasa prihatin dari Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM.

Penulis: Edison | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM ketika diwawancarai wartawan usai memberikan bantuan sembako kepada warga korban banjir di Kelurahan Mangga Besar Prabumulih, Jumat (17/9/2021). Ia mengaku Prihatin mendengar mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin ditahan Kejagung 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Ditahannya mantan Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin oleh Kajaksaan Agung dengan dugaan tindak pidana korupsi pembelian gaa bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel tahun 2010-2019, turut mengundang rasa prihatin dari Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM.

"Kita ikut prihatin karena pak alex itu idola kita, kita selalu termotivasi dengan program-program dilakukan beliau," ungkap Ridho ketika diwawancarai di kantor kelurahan Mangga Besar kota Prabumulih, Jumat (17/9/2021).

Ridho menuturkan, saking idolanya dengan program Alex Noerdin dirinya dulu pernah bertanya apakah mungkin Sumsel menyelenggarakan Asian Games karena bukan ibu kota negara tapi dijawab harus dilaksanakan urusan sukses tidaknya nanti.

"Kita salut semangat beliau (Alex-red) itu, makanya Prabumulih ini pertama kita semangat dulu ternyata berhasil. Contoh fly over kita khawatir tak berhasil ternyata berhasil, Akamigas tidak berhasil tapi ternyata berhasil, BLK juga berhasil, jadi semangat itu kita terapkan," katanya.

Lalu kata orang nomor satu di kota Prabumulih itu, cukup banyak pembangunan di Sumsel dilakukan Alex Noerdin seperti LRT Palembang, pembangunan Jakabaring tempat pelakaanaan Asian Games dan lainnya.

"Surabaya dan Medan saja kota terbesar serta maju tapi tidak ada LRT, Sumsel ada LRT bahkan satu-satunya kota di luar ibu kota negara yang ada. Beliau itu motivasi dan bapak Pembangunan untuk Sumatera Selatan dan menjadi panutan kita dengan plus minusnya," tuturnya.

Kenapa kasus bisa terjadi kata Ridho, dirinya sering mengingatkan jajaran dan bawahannya agar jangan asal bapak senang (ABS) kepada pimpinan namun mengingatkan pimpinan jika ada yang salah.

"Itu mungkin salah satu akibat punya anak buah ABS asal bapak senang, harusnya bawahan itu mengingatkan juga. Makanya saya sampaikan di Pemerintah Kota Prabumulih, kamu itu jangan asal pak wali senang tapi kalau ada salah ingatkan, pak wali ini salah, ini jangan, itu salah, karena seorang pemimpin tidak sadar juga itu dan tidak seluruhnya tau," katanya.

Ridho mengaku anak buah dan jajaran yang baik adalah yang bisa mengingatkan pemimpin ketika berbuat salah dan mengingatkan agar tidak terjadi hal-hal buruk.

"Jadi walau loyal jangan ABS, siap bos, aman bos, itu menurut saya anak buah yang menjerumuskan pimpinan. Jadi sangat kita sesalkan (kasus Alex) tapi ya mau gimana lagi," bebernya.

Baca juga: Kejagung : Perbuatan Alex Noerdin CS Rugikan Negara Hingga 30 Juta Dollar AS atau 428 Miliar

Suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu itu mengaku siap membesuk jika diterima oleh mantan Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin.

"Kalau waktunya nanti suatu saat kalau diterima oleh beliau kita besuk," tambahnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved