Breaking News:

Hindari Konflik, Perusahaan dan Warga Sepakat Sama-sama Tak Panen Sawit di Lahan Sengketa

Sengketa lahan perkebunan sawit antara masyarakat Desa Bina Karya dan PT London Sumatera (Lonsum) Riam Indah Estate tak kunjung selesai. 

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Prawira Maulana
Tribun Sumsel / Rahmat Aizullah
Masyarakat Desa Bina Karya, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) turun ke kebun sawit memprotes PT Lonsum yang memaksa panen di lahan bersengketa belum lama ini. 

Menurut dia, pemerintah daerah sebagai mediator tentu mengacu pada aturan yang berlaku dalam menengahi sengketa antara masyarakat dan perusahaan.

Devi mengatakan pemerintah daerah saat ini terus mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan polemik tersebut agar tidak berkepanjangan. 

"Status quo itu jalan tengah, perusahaan tidak boleh panen, masyarakat juga tidak boleh, karena ini untuk menghindari konflik," katanya.

Manajer PT Lonsum, Edy Syahputra menyatakan perusahaan sebenarnya rugi bila tidak bisa panen.

"Sebelumnya ada penahanan, kami diam, kami tidak ada mau mengambil (panen sawit), terus mau ditahan lagi, perusahaan tentu rugi," katanya. 

Edy berharap sengketa lahan perkebunan sawit antara masyarakat Desa Bina Karya dan PT Lonsum ini segera selesai. 

"Karena yang namanya produksi tidak bisa tertahan lama, kita perusahaan bisnis, kita peroleh lahan ini juga bukan cuma-cuma, pajak juga kita bayar," katanya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved