Breaking News:

Berita Palembang

Cerita Suka Duka Hefnianto, 3 Kali Jadi Ajudan Tiga Kepala Daerah, Awali Karir Dari Honorer

Hampir 17 tahun sudah HR Hefnianti, SH. MM menjalani karir sebagai seorang ajudan kepala daerah.

Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/SRI HIDAYATUN
HR Hefnianti, SH MM, ajudan walikota Palembang Harnojoyo yang sekarang menjabat Kasubag Protokol Kota Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG - Hampir 17 tahun sudah HR Hefnianto, SH. MM menjalani karir sebagai seorang ajudan kepala daerah. Kini dirinya dipercaya menjadi orang yang paling dekat dengan Walikota Palembang, Harnojoyo.

Hefni, ASN yang juga merangkap ajudan Walikota Palembang ini sudah memiliki pengalaman sejak tahun 2004 menjadi seorang ajudan.

Banyak yang menyangka dirinya seorang anggota polisi atau lulusan IPDN. Namun, siapa sangka ia menjadi seorang ajudan dari seorang pegawai honor.

"Sejak tahun 2004 pertama kali saya menjadi ajudan Bupati Lahat yakni Harunata sampai 2008. Saat itu saya seorang honorer," jelas Hefni yang juga menjabat Kasubag Protokol Kota Palembang.

Lalu, tahun 2009 sampai 2013 menjadi ajudan Walikota Pagar Alam H Djazuli Kuris yang beberapa waktu lalu meninggal dunia.

Lelaki bertubuh tegap ini mengaku setelah mengajukan pindah ke Palembang, akhirnya tahun 2016 ia pun menjadi ajudan Walikota Palembang, Harnojoyo hingga sekarang.

"Menjadi seorang ajudan tiga kepala daerah mempunyai banyak cerita suka duka pastinya. Mulai dari kena marah itu pasti tapi kita tetap jalani dengan ikhlas," ungkap bapak tiga anak ini.

Kata pria yang hobi olahraga ini, setiap kepala daerah memiliki watak yang berbeda.

"Ya, tiga kali saya jadi ajudan dengan tiga pemimpin berbeda jelas beda-beda semua. Tapi ya balik lagi semua harus kita jalani dengan ikhlas. Menjadi ajudan adalah menjadi orang yang mengetahui semua dari kepala daerah dan ini harus kita jaga amanah. Dan jujur itu paling penting," ungkap suami dari Reva Rofiyanti ini.

Baca juga: Irigasi Kelingi Tugumulyo Dikeringkan, Emak-Emak Berebut Ikan Hingga Tengkuyung

Bahkan, menjadi seorang ajudan pun membuatnya harus rela menomor duakan urusan keluarga demi tugas negara.

"Jam kerja bisa dibilang 24 jam, dari pagi sudah stand by bahkan saya pun tak tahu kadang dengan pertumbuhan anak karena dari anak-anak masih kecil hingga tumbuh dewasa seperti ini," ungkap dia.

Namun, ia juga menyempatkan waktu kumpul bersama keluarga ketika ada waktu luang.

Baca berita lainnya langsung dari google  news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved