Breaking News:

Berita Musi Rawas

Pengeringan Irigasi Tugumulyo Musi Rawas Dijadwalkan Mulai Besok, Distan Bantu Bibit Jagung

Pengeringan irigasi Tugumulyo Musi Rawas dilakukan pada 16 September 2021 karena adanya kegiatan atau proyek perbaikan jaringan.

Editor: Yohanes Tri Nugroho
SRIPOKU/AHMAD FAHROZI
Sekretaris Dinas Pertanian Musi Rawas Tohirin menyampaikan telah menyiapkan bibit jagung untuk membantu petani selama pengeringan irigasi Tugumulyo yang dijadwalkan mulai 16 September 2021 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS - Dinas Pertanian Kabupaten Musi Rawas akan menyalurkan bibit jagung untuk lahan seluas 7000 hektar kepada petani di Kabupaten Musi Rawas yang terdampak pengeringan irigasi. 

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Musi Rawas, Tohirin mengatakan, bibit jagung untuk lahan seluas sekitar 7000 hektar tersebut sebagai tanaman pengganti bagi petani yang terkendala menggarap lahan sawah atau bercocok tanam padi selama pengeringan saluran irigasi karena proses perbaikan.

Dimana luas areal pesawahan yang terdampak pengeringan saluran irigasi ini sekitar 7000 hektar yang tersebar dibeberapa kecamatan. Antara lain di Kecamatan Muara Beliti, Tugumulyo, Purwodadi dan sekitarnya.

"Kita sudah siapkan bibit jagung untuk 7000 hektar lahan petani di Musi Rawas. Jadi selama petani terkendala menggarap lahan sawahnya karena adanya pengeringan irigasi, maka untuk sementara bisa beralih menanam jagung," kata Tohirin kepada Sripoku.com, Rabu (15/9/2021).

Dikatakan, pengeringan irigasi akan dilakukan pada 16 September 2021.

Pengeringan dilakukan karena adanya kegiatan atau proyek perbaikan jaringan Daerah Irigasi (DI) Tugumulyo.

Karena jaringan irigasi sudah banyak yang rusak sehingga perlu diperbaiki agar kedepannya suplai air dari saluran irigasi keareal pesawahan petani menjadi lancar.

Perbaikan irigasi ini dijadwalkan akan dilakukan sampai awal Januari 2022.

"Karena ada perbaikan jaringan irigasi, maka pihak pelaksana kegiatan, yaitu Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumsel melakukan pengeringan irigasi," katanya.

Disebutkan, sebelumnya pihaknya sudah memberikan imbauan kepada para petani agar menampung air di blok petak sawah masing-masing. Sehingga saat pengeringan saluran irigasi mulai dilakukan, petani memiliki persediaan air untuk bercocok tanam padi.

"Paling tidak pada bulan pertama masih ada persediaan air. Dan juga sebentar lagi akan memasuki musim hujan, sekarang juga sudah mulai hujan, maka kemungkinan para petani masih bisa menggarap lahan sawah meskipun adanya pengeringan saluran irigasi ini," katanya.

Ditambahkan, persoalan air yang dihadapi petani di Musi Rawas selama ini cukup komplek.

Selain karena kerusakan jaringan, juga diduga diakibatkan oleh menjamurnya kolam ikan air deras yang juga mengambil air untuk kolam ikan dari saluran irigasi.

Baca juga: Dilaporkan Gelapkan Uang Buku di Musi Rawas, Sales ini Ditangkap Kasus Narkoba di Lubuklinggau

Sehingga suplai debit air untuk areal pesawahan menjadi berkurang.

"Karena itu juga diharapkan, momen perbaikan jaringan irigasi ini hendaknya juga jadi kesempatan untuk menertibkan kolam-kolam ikan air deras, terutama kolam ikan yang menggunakan air tidak sesuai ketentuan," katanya

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved