Breaking News:

Berita Muara Enim

Pj Bupati Muara Enim HNU Memberikan Bantuan 10 Kg Beras kepada Penyuluh Agama non-ASN

Pj Bupati Muara Enim HNU memberikan bantuan 10 Kg beras kepada para penyuluh Agama non-ASN di Kantor Kemenag Kabupaten Muara Enim

Editor: Yohanes Tri Nugroho
SRIPOKU/ARDANI
Pj Bupati Muara Enim HNU memberikan bantuan 10 Kg beras kepada para penyuluh Agama non-ASN di Kantor Kemenag Kabupaten Muara Enim 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM,-Meski keberangkatan haji tahun 2021 dibatalkan, diharapkan tidam membuat masyarakat khususnya calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Muara Enim berkecil hati.

Justru pembatalan tersebut semata-mata demi melindungi ancaman kesehatan para jemaah dari bahaya pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim Dr H Nasrun Umar (HNU) ketika membuka sosialisasi Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 660 tahun 2021 tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 H / 2021 M yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muara Enim di Hotel Griya Serasan Sekundang, Kabupaten Muara Enim,  Senin (13/9/2021). 

Menurut HNU didepan para Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Muara Enim dan para penyuluh Agama se-Kabupaten Muara Enim, mengatakan bahwa dirinya atas nama Pemkab Muara Enim merasa berat hati untuk mengatakan bahwa keberangkatan dan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021 harus dibatalkan/ditunda kembali.

Pembatalan tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2021. 

“Hal ini berkaitan dengan kondisi dunia saat ini yang masih dilanda pandemi Covid-19 sehingga CJH  tidak memungkinkan untuk diberangkatkan,” jelas HNU. 

Masih dikatakan HNU, bahwa pemerintah sangat memahami keinginan masyarakat untuk menunaikan rukun Islam kelima sangat besar dengan berbagai upaya dan pengorbanan dilakukan demi mewujudkannya termasuk telah masuk daftar tunggu dalam jangka waktu yang panjang. 

Namun demi kesehatan, keselamatan yang menjadi prioritas utama, maka Pemerintah Pusat telah mengambil kebijakan untuk tidak menyelenggarakan pemberangkatan ibadah haji pada tahun ini.

Disamping itu, sambung HNU, Pemerintah Arab Saudi hingga hari ini belum mengeluarkan keputusan atau kebijakan tentang penyelenggaraan haji 2021.

Termasuk juga belum mengundang Pemerintah Republik Indonesia untuk membahas dan menandatangani nota kesepahaman tentang persiapan penyelenggaraan ibadah haji.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved