Breaking News:

Berita Nasional

Pimpinan KPK Bantah Tawari Pegawai yang Tak Lolos TWK Bergabung BUMN

KPKn membantah minta pegawai KPK non-aktif mengundurkan diri dan bergabung dengan BUMN

Editor: Weni Wahyuny
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron saat ditemui di Kantor Ombudsman RI, Jakarta Selatan, Kamis (10/6/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) buka suara terkait kabar KPK tawarkan pegawai yang tak lolos dalam asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk bekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron membantah kabar tersebut.

Ia membantah KPK telah menawarkan 57 pegawai tidak memenuhi syarat (TMS) untuk kerja ke BUMN.

Tak hanya itu, ia Gufron menyebut pimpinan tidak ada yang menyuruh pegawai gagal jadi aparatur sipil negara (ASN) tersebut mengundurkan diri.

"Yang jelas dari kita enggak ada meminta pengunduran diri dan lain-lain," kata Ghufron saat dihubungi, Selasa (14/9/2021).

Ghufron mengaku tidak mengetahui perihal surat permohonan penyaluran pegawai nonaktif ke perusahaan pelat merah.

"Yang jelas form-nya (surat permohonan) saya enggak tahu. Kalau ditawari, itu bukan ditawari, mereka itu katanya sih, ya, mereka nanya masa sih pimpinan enggak memikirkan mereka. Begitu," dia menjelaskan.

Ghufron mengatakan, tidak semua 57 pegawai nonaktif mengindahkan penawaran bekerja di BUMN.

Dia mengklaim ada sebagian dari mereka yang meminta bantuan kepada pimpinan.

Baca juga: Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK Dikabarkan Ditawari Kerja di BUMN, Novel Baswedan : Suatu Penghinaan

"Artinya, mereka yang TMS kan ada macam-macam levelnya, ada yang melawan, kemudian ada yang meminta tolong. Mungkin ada yang minta tolong begitu, mereka mungkin inisiasi di antara mereka sendiri, itu mungkin," katanya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pegawai nonaktif KPK mengaku didekati oleh dua pejabat struktural lembaga antirasuah, yaitu Sekretaris Jenderal Cahya Hardianto Harefa dan Deputi Pencegahan dan Monitoring Pahala Nainggolan.

Baca juga: Spanduk Pak Tolong Benahi KPK Sambut Jokowi saat Berkunjung ke UNS, Sejumlah Mahasiswa Diamankan

Pegawai nonaktif itu menyatakan ditawari program untuk disalurkan ke BUMN dengan syarat memberikan surat pengunduran diri terlebih dahulu yang ditunggu untuk disampaikan di rapat pimpinan Senin (13/9/2021) kemarin.

Baca berita lainnya di Google News

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Nurul Ghufron Bantah KPK Tawari Pegawai TMS Kerja di BUMN

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved