Breaking News:

Mereka Dibawa Polisi dari Kamar Hotel di Palembang, 7 Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Razia

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Palembang pimpinan Iptu Fifin Sumailan, mengelar razia kamar kost

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Prawira Maulana
IST
Pasangan bukan suami istri dibawa ke Polrestabes Palembang saat terjaring razia. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Palembang pimpinan Iptu Fifin Sumailan, mengelar razia kamar kost, di kawasan Sukarami Demang Lebar Daun dan IB II, Palembang, Senin (13/9/2021) tengah malam. 

Razia yang di gelar unit PPA Polrestabes, Palembang ini, berlangsung dari pukul 23.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB dini hari. 

Lokasi razia meliputi Ayah Kost, Jalan Kancil Putih Kelurahan Demang Lebar Daun Kecamatan IB I, Wallet Emas 2 Kost, Jalan Sultan M Mansyur Kecamatan IB II, Penginapan Naskah Jalan Kolonel H Burlian Sukarami Kecamatan Sukarami dan Adela Kost di Jalan Demang II Lorok Pakjo Kecamatan IB I.

Dari hasil razia tersebut, setidaknya ada tujuh pasangan yang status bukan suami isteri dan tidak bisa menunjukan buka nikah, digiring petugas ke Polrestabes, Palembang, untuk menjalani proses lebih lanjut dan di data. 

Kasat Reskrin Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi melalui Kanit PPA Iptu Fifin Sumailan mengatakan, razia yang dilakukan untuk mengantisipasi penyakit masyarakat dan prostitusi online. 

"Untuk giat malam ini, ada empat lokasi kost yang kami tertibkan. Alhasil ada 14 orang atau tujuh pasang yang kami bawa, karana mereka kita dapati dalam kamar tanpa ada ikatan status suami isteri," ujar Iptu Fifin Sumailan, Selasa (14/9/2021). 

Lanjut Fifin, hingga saat ini tujuh pasangan yang diamankan masih dalam pemeriksaan. Kemudian, kedua orang tua muda-mudi ini akan dipanggil untuk membuat pernyataan. 

"Di kostan Naskah, kami mengamankan tiga pasang, di Kost Adela ada satu pasang dan kost Ayah ada dua pasang dan Kost Walet Emas ada sepasang. Kini kita masih ambil keterangan mereka. Nantinya, kita panggil kedua orang tuanya, untuk dibuatkan pernyataan setelah itu baru dipulangkan," tegasnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved