Breaking News:

Berita Lahat

Mantan Bupati Lahat Marwan Mansyur Disomasi Warga, Diduga Tak Bayar Hutang Rp 50 Juta Sejak 2017

Marwan Mansyur SH MM, mantan Bupati Lahat periode September-Desember 2018 disomasi seorang warga karena diduga tidak mau bayar hutang Rp 50 juta.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/EHDI AMIN
Markosi (baju putih) memberikan kuasa kepada kuasa hukumnya Herman Hamzah, SH, Selasa (14/9/2021). Markosi mensomasi mantan Bupati Lahat Marwan Mansyur dengan dugaan tidak membayar hutang Rp 50 juta sejak 2017 lalu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT - Marwan Mansyur SH MM, mantan Bupati Lahat periode September-Desember 2018 disomasi seorang warga karena diduga melakukan penggelapan tidak mau bayar hutang sebesar Rp 50 juta. 

Markosi,  warga Kikim, Kabupaten Lahat adalah orang yang mensomasi Marwan. Surat somasi disampaikan melalui kuasa hukumnya Herman Hamzah, SH .

Somasi tersebut sendiri dilayangkan, lantaran Marwan yang sebelumnya menjabat Wakil Bupati Lahat, Periode 2013-2018 diduga tidak mengembalikan uang senilai Rp 50 juta.

"Ya klien kami terpaksa melayangkan surat somasi ini lantaran Bapak Marwan tidak memiliki itikat baik untuk mengembalikan uang klien kami yang dipinjam pada tahun 2017 saat beliau masih menjabat,"ungkap Herman, kepada awak media, Selasa (14/9/2021).

Diungkapkanya, kronologi berawal saat kliennya menitipkan uang usaha kepada MM dan uang tersebut akan dikembalikan. Kliennya kata Herman bersedia menitipkanya dan sekira di bulan Desember tahun 2017, uang dikirim melalui transaksi ke ATM secara transfer melalui rekeningnya ke Rekening saudara Marwan Mansyur.

"Ada enam kali klein kami transper hingga total keseluruhan Rp 50.000.000. Ya percaya saja lantaran bapak Marwan berjanji akan mengembalikan. Apalagi saat itu beliau masih menjabat Wakil Bupati,"ujarnya.

Namun sayangnya kepercayaan klienya tersebut tidak dihargai. Seiring berjalanya waktu sejak tanggal bulan dan tahun yang tertera di Bukti Tranfer Klien hingga sekarang, yang bersngkutan tidak memiliki itikat baik untuk mengembalikan uang sejumlah tersebut dan terkesan mempermainkan dengan selalu memberikan janji dengan serangkaian kata-kata dan tipu muslihat ( PHP ).

"Sering ditelpon tapi tidak diangkat. Di WA hanya dibaca. Klien kami juga sempat berkomunikasi dengan kakak Bapak Marwan Bapak Cholil Mansyur. Saat itu, kakaknya bilang akan mengambil alih persoalan ini dalam artian bertanggungjawab dan mengatakan tidak usa ditanya kepada Marwan lagi. Namun faktanya klien kami lagi lagi hanya dibuai dwngan janji janji,"sampainya.

Ditambahkan Herman, klienya hanya orang biasa. Uang tersebut sangat berarti dan sangat dibutuhkan untuk biaya pengobatan orang tuanya yang sedang sakit dan untuk membayar hewan kurban. "Makanya kami minta itikad baik dan kami beri waktu selama 5x24 jam setelah Surat Somasi/Peringatan ini diterima. Jika tidak terpaksa Klien kami akan menempuh jalur hukum membuat laporan Polisi di Mapolda Sumatera Selatan atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan," tegasnya.

Baca juga: Harga Jual Kopi Petik Merah Dinilai Murah, Rp 19 Ribu per Kg, Tak Sebanding Proses Pengolahan

Cholil Mansyur, kakak kandung Marwan Mansyur saat dikonfermasi tidak menapik persoalan tersebut. Dikatakan Cholil, jika Markosi sudah beberapa kali datang ke rumah untuk menanyakan uang tersebut. Disampaikan Cholil, ia sendiri akan membayar uang tersebut. Namun, saat ini ia sedang berada diluar kota dan secepatnya akan menyelsaikanya.

"Sebenarnya saya sudah sampaikan kepada Markosi akan menghubungi dan membayar jika sudah ada. Tapi saat ini saya sedang di Lampung, "sampainya.

Dilanjutkan Cholil, persoalan tersebut sebenarnya terjadi saat adiknya akan mencalonkan diri sebagai Bupati Lahat. Saat itu, banyak yang memberikan bantuan bukan kepada persoalan hutang piutang. Namun, karena yang bersangkutan menganggap itu hutang dengan bukti transfer melalui ATM, ia kata Cholil tetap akan bersedia mengembalikanya. "Intinya akan saya kembalikan. Tapi sabar saya masih di luar kota, "sampainya.

Media ini sempat menghubungi beberapa nomor yang selama ini digunakan Marwan. Namun, nomor tersebut tidak aktif lagi. (sp/ean)

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved