Breaking News:

Intensitas Hujan Meningkat, Warga Lubuklinggau Waspada Banjir dan Pohon Tumbang

Masyarakat di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) yang berada di daerah rawan banjir dan longsor diimbau mulai waspada

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Prawira Maulana
DOKUMEN
ILUSTRASI: Rumah salah satu warga Lubuklinggau hanyut setahun lalu karena banjir bandang beberpaa waktu lalu.  

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Masyarakat di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) yang berada di daerah rawan banjir dan longsor diimbau mulai waspada saat memasuki musim hujan.

Hal tersebut seiring tingginya intensitas curah hujan di Kota Lubuklinggau dalam sepekan terakhir.

Saat ini debit Sungai Kelingi yang merupakan sungai yang membelah Kota Sebiduk Semare terpantau mengalami kenaikan.

Kota Lubuklinggau merupakan kota yang bukan merupakan rawan banjir. Namun kota ini rentan terjadinya banjir bandang kiriman dari provinsi Bengkulu.

Warga yang tinggal di bantaran Sungai Kelingi pun diimbau tetap siaga terhadap potensi bencana banjir bandang ini.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB), Lutfi melalui Kabid Penanggulangan Bencana Suryo Amrinata menyampaikan agar warga di bantaran sungai selalu waspada.

"Daerah rawan banjir di aliran Sungai Kelingi yakni Taba Pingin, Linggau Ulu dan Ulak Surung," ungkapnya pada Tribunsumsel.com, Selasa (14/9/2021).

Ia pun meminta masyarakat di wilayah rawan banjir tersebut selalu waspada, bila ada potensi banjir diminta untuk segera mengungsi demi menghindari hal yang tak diinginkan.

"Sedangkan daerah yang rawan longsor yakni Mesat Seni dan Mesat Jaya, karena sekarang musim penghujan masyarakat kita minta tidak membangun dibawah tebing yang dapat berpotensi longsor, kita juga minta masyarakat tidak menebang pohon sembarangan," ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved