Breaking News:

Berita Muara Enim

Pemkab Muara Enim Bentuk Tim Verifikasi Independen Selidiki Dugaan Kecurangan Seleksi Balon Kades

Puluhan Balon Cakades mendatangi Pemkab Muara Enim menyuarakan dugaan kecurangan seleksi Pilkades di Muara Enim.

Editor: Yohanes Tri Nugroho
SRIPOKU/ARDANI
Puluhan Bakal Calon Kepala Desa (Balon Kades) yang gagal dalam seleksi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) datangi kantor Pemkab Muara Enim, meminta hasil seleksi Pilkades diduga kuat ada kecurangan dibatalkan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM,--Puluhan Bakal Calon Kepala Desa (Balon Kades) yang gagal dalam seleksi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) datangi kantor Pemkab Muara Enim.

Pasalnya, mereka meminta hasil seleksi Pilkades diduga kuat ada kecurangan di halaman Pemkab Muara Enim, Senin (13/9/2021).

Kedatangan puluhan Balon Cakades yang dikoordinir kuasa hukumnya Usman Firiansyah SH menggunakan sekitar enam buah mobil minibus.

Setelah tiba, mereka membawa dua pengeras suara dan dijaga ketat oleh personil Kepolisian dan Satpol PP Muara Enim.

Dalam aksinya para Balon kades sempat melakukan orasi sekitar 10 menit dan setelah itu diterima oleh Pj Bupati Muara Enim Dr H Nasrun Umar SH MM dengan perwakilan 15 orang diruang rapat off room Serasan Sekundang Pemkab Muara Enim.

Dalam pertemuan tersebut Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim Dr H Nasrun Umar (HNU) didampingi Pj Sekda Muara Enim Drs Emran Tabrani MSi dan Kepala Dinas PMD Muara Enim Drs H Rusdi Hairullah MSi bersama staf terkait.

Dari hasil audensi tersebut Pemkab Muara Enim menyetujui bentuk tim verifikasi independen.

Setelah itu, Balon Cakades langsung menuju ke DPRD Kabupaten Muara Enim dan diterima oleh Komisi I DPRD Muara Enim yang diketuai oleh H Marsito.

Dan hasil audensi dengan DPRD Muara Enim bahwa DPRD Muara Enim akan menunggu hasil kerja bentukan tim verifikasi independen.

Namun sayangnya tanpa sebab yang jelas pada saat berjalannya audensi antara balon kades dan kuasa hukum balon kades bersama Pj Bupati, tiba-tiba awak media yang meliput diminta untuk meninggalkan ruang rapat Serasan Sekundang sehingga tidak dapat mengikuti dialog penyelesaian dari tuntutan bakal calon kepala desa (Balon Kades) yang berasal dari 26 Desa tersebut.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved