Breaking News:

Menuju Herd Immunity

Gejala Covid pada Lanjut Usia Sulit Terlihat dan Tidak Khas, Ini Tips Sehat Lansia di Era Covid-19

Pandemi covid-19 yang masih dirasakan hingga saat ini memang menjadi ancaman bagi semua orang. Terutama bagi lansia.

Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/SRI HIDAYATUN
Tangkap layar Sumsel Virtual Fest 2021 bersama dokter RS Pusri Palembang, dr Mellisa Tantia, SpPD membahas Sehat Lansia di Era Covid-19. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pandemi covid-19 yang masih dirasakan hingga saat ini memang menjadi ancaman bagi semua orang. Terutama bagi lansia (lanjut usia) risiko kesehatan di tengah pandemi covid-19 ini memang menjadi ancaman atau masuk dalam kategori rentan.

Bahkan kasus lansia yang meninggal akibat covid-19 juga masih menjadi capaian tertinggi.

Dokter RS Pusri Palembang, dr Mellisa Tantia, SpPD mengatakan kategori lansia yakni memiliki batasan usia di Indonesia yakni di atas 60 tahun.

Memang data per Juni 2021 angka kematian lansia karena covid-19 memang sangat tinggi yakni mencapai 49,57 persen.

"Secara nasional kasus puncak covid ini di bulan Agustus, Juli itu mulai merangkak naik dan Alhamdulilah September ini sudah mulai menurun bahkan untuk hunian atau BOR juga menurun," ujarnya dalam acara Sumsel Virtual Fest, Senin (13/9/2021) dengan tema "Sehat Lansia di Era Covid-19".

Kata dia, lansia merupakan kelompok yang paling rentan dsn setelahnya kelompok komorbid.
"Karena lansia ini jika tertular akan mengalami perburukan yang sangat cepat apalagi kalau lansia yang komorbid," tuturnya.

Apalagi gejala yang ditimbulkan lansia ini juga sulit terlihat atau tidak khas (artitikal). Hal ini dikarenakan karena proses menua akan terjadi penurunan imunitas dan penurunan dari segala aspek.

"Yang kita tahu covid itu demam, batuk, sesak, letih dan itu juga biasa pada populasi lansia serta ada juga mual muntah pada gejala covid-19. Nah pada kasus lansia ini gak jelas," ungkap dia.

Bahkan pada kasus yang terjadi pada lansia ada yang sampai penurunan kesadaran, bicara merancau, ngomong gak jelas, ada yang ngantuk sampai mengompol.

"Ada juga yang komorbid yang muncul yakni nyeri dada, ganguan kesadaran dan ini sulit mendiagnosisnya. Sehingga saat pasien dibawa kerumah sakit sudah dalam keadaan parah dan sulit diobati sehingga menimbulkan kematian," bebernya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved