Breaking News:

Berita Banyuasin

Dampak Galian Jaringan Pipa Gas di Banyuasin, Pedagang di Jalur Lintasan Alami Penurunan Omset

Pemasangan jaringan pipa gas rumah tangga di Kelurahan Mulya Agung, Pangkalan Balai Banyuasin III berdampak pada pedagang di jalur lintasan.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Kondisi galian jaringan pipa jas di pinggir jalan Lintas Timur tepatnya di Kelurahan Mulya Agung Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, Senin (13/9/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Pemasangan jaringan pipa gas rumah tangga di Kelurahan Mulya Agung, Pangkalan Balai Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin berdampak pada pedagang yang berada di jalur lintasan pipa.

Dampak galian jaringan pipa gas membuat penurunan omset penjualan pedagang yang menggelar dagangannya di jalur yang dilintasi. Dari pantauan, di lapangan terlihat galian yang melintas di pinggir jalan Lintas Timur Palembang-Betung tepatnya di Kecamatan Banyuasin III.

Cukup dalam lubang galian yang dibuat. Galian ini, juga terbilang membahayakan karena galian hanya diberi tanda garis hitam kuning. Tumpukan tanah, juga masih berad di dekat lubang galian. Bila tidak berhati-hati, bisa saja terpeleset.

Dampak adanya galian ini, dirasakan Roni. Pelaku usaha penjualan pulsa, aksesoris handphone di Kelurahan Mulya Agung ini mengaku sejak adanya penggalian jaringan pipa di depan rumah tokonya, pembeli enggan datang. Karena, lubang galian tepat di depan rumahnya dan susah untuk masuk ke tokohnya.

"Omset saya turun sampai 100 persen, karena galian itu tepat di depan toko. Galian ini sudah tiga hari, hanya dipasang pembatas saja, sehingga konsumen sulit untuk datang. Kami harap pemasangan ini , dipercepat sehingga tidak menghalangi kami dalam mengais rezeki," katanya, Senin (13/9/2021).

Sebetulnya, masyarakat dan juga dirinya sangat mendukung adanya pemasangan gas untuk rumah tangga. Akan tetapi, tidak mengganggu halaman depan toko.

Tetapi, dalam pengerjaannya juga harus dipercepat sehingga tidak menghambat masyarakat untuk mencari nafkah.

"Untung saat ini panas sehingga tidak menimbulkan masalah baru. Kalau, hujan turun pasti becek dan juga berjaya bisa terpeleset," pungkasnya.

Tak jauh berbeda juga diungkapkan Heri. Sejak adanya galian jaringan pipa gas, dia harus kehilangan konsumen.

"Kami harap pemasangan dipercepat, sehingga galian cepat ditimbun. Ini sudah tiga hari sejak digali belum juga ditimbun lagi," ujarnya.

Baca juga: 600 Ton Biji Kopi Sumsel Bakal Dieskpor ke Mesir, Pemkot Pagaralam Tunggu Kabar Resmi dari PPI

Sedangkan Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Banyuasin Kosarudin sudah berkomunikasi dengan dari pemasangan jaringan pipa gas ini terkait banyaknya keluhan masyarakat.

"Saya sudah telepon, untuk meminta agar pengerjaannya dipercepat. Karena, ada aduan masyarakat yang merasa dirugikan lantaran omset jualan mereka turun sejak adanya galian," katanya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved