Breaking News:

Tewas Dimassa

Kronologi Eli Sujarwo Tewas Diamuk Massa, Istri: Dia Mau Mengembalikan Motor, Bukan Pencuri

Eli Sujarwo (31) tewas diamuk massa yang tak lain warga kampungnya sendiri karena diduga mencuri sepeda motor milik salah seorang tetangga,

Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Prawira Maulana
SHINTA/TRIBUNSUMSEL.COM
Jenazah Eli Sujarwo (31) dibawa ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk menjalani proses autopsi, Sabtu (11/9/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Eli Sujarwo (31) tewas diamuk massa yang tak lain warga kampungnya sendiri karena diduga mencuri sepeda motor milik salah seorang tetangga, Jumat (10/9/2021). 

Bertempat di Dusun Lubuk Keranji Kelurahan Saterio Kecamatan Banyuasin III Sumsel, Eli Sujarwo tewas dengan luka tembak dibagian dagu, pinggang dan paha kanan. 

Atas kondisi yang dialami Eli Sujarwo, pihak keluarga tidak terima dan berharap pelaku penembakan dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya. 

"Kami sudah membuat laporan kepolisian. Ini bukan persoalan biasa, kami tidak terima," ujar Hendri Susanto (29) adik kandung korban saat ditemui di depan instalasi forensik RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Sabtu (11/9/2021). 

Pihak keluarga membantah keterangan warga yang menyebut korban sudah melakukan tindak pencurian sepeda motor. 

Menurut keterangan istri korban, suaminya itu hendak mengembalikan sepeda motor yang ditemukannya tergeletak di atas rerumputan tak jauh dari kebun dekat rumahnya. 

Saat di pertengahan jalan, tiba-tiba beberapa warga datang dan langsung menganiaya serta menembak korban hingga tewas. 

"Istrinya dapat kabar tetangga. Terus anaknya yang mau melihat disuruh pulang sama warga disana. Katanya pergilah, bapak mu sudah tiada. Disitu mereka syok," ungkapnya. 

Keluarga memastikan korban tewas di lokasi kejadian karena mengalami sejumlah luka tembak. 

Selain itu keluarga juga mendapati adanya bekas luka di belikat korban akibat bekas alat elektrik pengusir nyamuk. 

"Mereka main tuduh saja mencuri. Harusnya kan ditanya dulu dan kalau pun harus ditindak, ya itukan ranahnya polisi. Bukan warga yang main hakim sendiri. Apalagi seperti ini langsung tembak saja sampai meninggal," ucapnya. 

Untuk memperkuat laporan, pihak keluarga meminta untuk dilakukan proses autopsi terhadap jenazah korban. 

"Kami serius ingin membawa persoalan ini ke jalur hukum. Kami ingin membawa persoalan ini ke jalur hukum," ujarnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved