Breaking News:

Santri Meninggal Diduga Dianiaya

Penganiayaan Terekam CCTV, UPDATE Kasus Santri Pesantren Prabumulih Tewas Dianiaya Senior

Hasil rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang diserahkan pihak Pondok Pesantren Al Furqon ke penyidik Polres Prabumulih,

Penulis: Edison | Editor: Prawira Maulana
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Masnita Ria (48) ibu Kian Lira Anugrah (13) santri yang meninggal diduga korban penganiayaan kakak tingkat di ponpes Prabumulih 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Hasil rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang diserahkan pihak Pondok Pesantren Al Furqon ke penyidik Polres Prabumulih, memang benar menunjukkan adanya penganiayaan santri oleh seniornya.

Hal itu diungkapkan Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi SIK MH dan Kasat Reskrim AKP Jalili melalui Kanit PPA, Iptu Sardinata kepada wartawan, Jumat (10/8/2021).

"Dari rekaman CCTV yang ada memang ada merekam kekerasan terhadap santri itu," ungkap Sardinata ketika dikonfirmasi via Whatsapp.

Namun kata Sardinata, pihaknya hingga saat ini masih terus melakukan pemeriksaan dan proses lainnya untuk memastikan apa penyebab kekerasan tersebut dan kematian korban. "Kekerasan dalam CCTV itu ada namun untuk apa penyebab meninggal masih kita dalami," katanya.

Disinggung apakah pelaku inisial W yang merupakan santri senior yang melakukan kekerasan telah dilakukan penahanan, Sardinata tidak menjelaskan terperinci namun pelaku tidak ditahan. "Belum, belum (ditahan-red), kita masih menunggu dulu," katanya tanpa menjelaskan terperinci.

Sardinata menegaskan, untuk semantara ini pihaknya akan menjerat pelaku kekerasan tersebut dengan Undang-undang Perlindungan Anak pasal 80 ayat 1 dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. "Sementara ini akan kita kenakan UU 80 ayat 1," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang santri pondok pesantren Al Furqon kota Prabumulih berinisial KLA (13 tahun) tewas diduga dianiaya oleh kakak tingkatnya.

Hal itu terungkap setelah ibu korban bernama Masnita Ria (48 tahun) mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Prabumulih untuk melaporkan penganiayaan terhadap anaknya hingga tewas itu, pada Selasa (7/9/2021).

Warga Kecamatan Muara Kuang Kabupaten Ogan Ilir ini melaporkan penganiayaan yang dialami almarhum anaknya hingga tewas oleh kakak tingkat di Pondok Pesantren yang ada di kota Prabumulih.

Masnita Ria mengungkapkan, anaknya sempat dirawat dua hari dirumah sakit AR Bunda kota Prabumulih namun menghembuskan nafas terakhir pada Senin (6/9/2021) malam karena luka parah diderita.(eds)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved