Breaking News:

Di Stasiun LRT Ampera Palembang Akan Dibangun Ruang Publik

LRT Sumatera Selatan (Sumsel) merupakan ikon bagi Kota Palembang. Namun saat pandemi Covid-19 tingkat okupansi LRT

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Prawira Maulana
LINDA TRISNAWATI
Forum Konsultasi Publik LRT Sumsel di Aryaduta, Jumat (10/9/2021). 

Inovasi Untuk Tingkatkan Penumpang

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - LRT Sumatera Selatan (Sumsel) merupakan ikon bagi Kota Palembang. Namun saat pandemi Covid-19 tingkat okupansi LRT mengalami penurunan, untuk itu terus dilakukan inovasi untuk meningkatkan okupansi.

"Kita sedang melakukan terobosan dan inovasi, supaya masyarakat mau ke stasiun. Salah satunya kita akan buka ruang publik di Stasiun Ampera," kata Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel Amanna Gappa saat kegiatan Forum Konsultasi Publik LRT Sumsel di Aryaduta, Jumat (10/9/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, ruang publik yang akan dibuat di Stasiun LRT Ampera ini akan jadi pusat kegiatan. Jadi stasiun ini nantinya tidak hanya di gunakan untuk naik turun penumpang tapi menjadi core, akan ada perpustakan, ruang kegiatan sosial, ruang kegiatan budaya, bisa untuk tempat diskusi hingga akan ada tenant.

"Untuk saat ini masih kita godok, sembari menunggu level PPKM turun, setidaknya jadi level dua atau satu. Sehingga ada fleksibilitas untuk menghadirkan berbagai pihak di satu tempat tertentu," cetusnya.

Menurutnya, saat ini sedang dilakukan komunikasi intens dengan stakeholder, baik pemerintah maupun swasta. Harapannya paling cepet di Oktober ini bisa direalisasikan.

"Untuk cara menggunakan fasilitas tersebut masih kita bahas. Kalau saat diawal-awal mungkin untuk instansi dulu," ungkapnya

Gappa menjelaskan, di Stasiun LRT Ampera pada bagian pojok ada ruang kosong sekitar 400 meter persegi, nah ini sedang dibuat konsepnya. Bisa dibikin stage atau ada tenant, sehingga ini jadi kebangkitan baru. 

"Harapannya masyarakat bukan hanya naik turun LRT saja, melainkan bisa jadi pusat kegiatan di statsiun. Untuk stasiun lain bertahap, kalau di Stasiun LRT Ampera ini amino bagus lanjut stasiun lain," katanya.

Sementara itu di saat pandemi Covid-19 ini tingkat okupansi diangkat 10 persen per hari atau dengan keterisian 3500 penumpang per hari. Namun jika dibandingkan per bulan, tahun ini mulai naik dibandingkan tahun 2020.

"Di tahun 2020 rata-rata perbulan  sebanyak 87.803 penumpang, sedangkan pada tahun 2021 ini rata-rata perbulan 115.538 penumpang" katanya.

Sedangkan ditempatkan yang sama Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Zulmafendi menambahkan, bahwa kegiatan Forum Konsultasi Publik LRT Sumsel ini untuk  mengevaluasi pelayanan LRT Sumsel.  

"Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan penggunaan jasa LRT. Sekarang memang sudah bagus, namun perkembangan zaman semakin meningkat maka kedepannya akan digunakan juga aplikasi-aplikasi untuk mempermudah masyarakat," katanya.

Menurutnya, dengan semakin berkembangnya zaman kedepan juga akan digunakan aplikasi digital untuk mempermudah masyarakat menggunakan layanan LRT.
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved