Breaking News:

Perkuat P4GN, BNNP Sumsel Siap Dorong Penekanan dan Pemberantasan Narkotika

Provinsi Sumatra Selatan, yang berada di posisi kedua sebagai wilayah dengan tingkat pengguna narkoba tertinggi dibawah Provinsi Sumatra Utara. 

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/RACHMAD
Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Djoko Prihadi menegaskan akan mendorong Pemerintah daerah untuk mengoptimalkan Puskesmas dan Rumah Sakit sebagai tempat wajib lapor rehabilitasi.  

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel akan menguatkan fungsi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dengan melibatkan instansi Pemerintah Daerah, Kepolisian, dan sejumlah perusahaan. 

Hal ini mengingat Provinsi Sumatra Selatan, yang berada di posisi kedua sebagai wilayah dengan tingkat pengguna narkoba tertinggi dibawah Provinsi Sumatra Utara. 

Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Djoko Prihadi mengatakan, salah satu yang hendak dilakukan yakni pihaknya mendorong Pemerintah daerah untuk mengoptimalkan Puskesmas dan Rumah Sakit sebagai tempat wajib lapor rehabilitasi. 

Ia menyebut di Provinsi Sumsel ada sekitar 30 hingga 40 Puskesmas yang ditetapkan sebagai Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah (LRIP). 

"Di bidang rehab, institusi penerima wajib lapor kami ada beberapa Puskesmas dan Rumah sakit sudah mendapat izin dari Kemenkes dan Kemensos, sementara ini fungsinya belum optimal. Ini yang mau saya sampaikan ke Gubernur dan Wali Kota sampai ke Desa, " ujar Joko, Kamis (9/9/2021). 

Setidaknya di faskes tersebut bisa memberikan dua atau tiga tempat tidur menjadi tempat rawat inap bagi orang yang sedang menjalani rehabilitasi narkoba. 

Akan berbahaya jika pecandu narkoba tidak dirawat atau di rehabilitasi. Setidaknya mereka mendapatkan tempat rehabilitasi yang lebih dekat dan terjangkau. 

"Kalau dibawa ke pusat harus mengantre, kasihan. Sedangkan pecandu harus terus dirawat, bahaya kalau mereka tidak ditangani, " katanya. 

Selain itu pihaknya mengupayakan program pasca rehab bagi desa-desa yang rawan peredaran narkoba, melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah dan perusahaan setempat.

Pecandu narkoba yang sudah direhab butuh vokasi untuk mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih produktif. 

"Bisa menyesuaikan dengan karakteristik daerahnya, misalnya memberikan bibit tanaman, pelatihan dan sebagainya, " ujarnya. 

Ia mengimbau masyarakat yang salah satu anggota keluarganya menjadi pecandu narkoba agar segera melaporkan ke BNN agar segera dilakukan rehabilitasi. 

Jangan sampai lingkungan dan keluarga tidak mendukung pecandu narkoba untuk tetap memiliki semangat sembuh. 

"Jangan takut lapor kesini (BNN), mudah-mudahan bisa cepat sembuh dan dirawat inap. Pasca rehab tidak kami biarkan, ada kegiatan pasca rehab supaya mantan pecandu narkoba benar-benar sembuh, " tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved