Breaking News:

Berita Muratara

Gedung yang Disewa Kantor BPBD dan Dinkes Muratara Disita, Terkait Kasus Narkoba

Gedung kantor BPBD dan Dinkes Muratara ini adalah dua dari empat gedung yang disita Pengadilan Negeri Lubuklinggau dan Polres Musi Rawas.

Polres Musi Rawas
Gedung kantor BPBD Kabupaten Muratara saat disita Pengadilan Negeri Lubuklinggau bersama Satresnarkoba Polres Musirawas beberapa waktu lalu. 

Awalnya, Alexander tertangkap tangan oleh petugas Satresnarkoba Polres Musirawas dengan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 500 gram atau setangah kilogram. 

Menurut keterangan Alexander bahwa sabu-sabu tersebut diperolehnya dari Herman Sawiran yang juga berhasil ditangkap polisi. 

Kapolres Musirawas, AKBP Efrannedy melalui Kasat Narkoba AKP Denhar saat dikonfirmasi membenarkan adanya penyitaan empat gedung di Muratara tersebut. 

Menurut dia, penyitaan empat gedung tersebut terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) perkara narkoba Herman Sawiran alias Cirik dan Alexander. 

"Kasus TPPU-nya memang sedang dalam proses. Ini adalah tindak lanjut dari perkara narkoba HS (Herman Sawiran) dan A (Alexander) yang kita tangkap pada Juli 2018 lalu," kata Kasat Narkoba Polres Musirawas, Denhar dihubungi dari Muratara.

Dia menjelaskan, setelah melalui rangkaian proses penyidikan dari pidana asal narkotika tersebut kemudian dikembangkan ke penyidikan tindak pidana pencucian uang.

Sebagaimana diketahui, tersangka Herman Sawiran dan Alexander telah divonis oleh Pengadilan Negeri Lubuklinggau dengan pidana penjara selama 11 tahun subsider empat bulan.

Alexander menjalani hukuman di Lapas Narkotika Klas II A Lubuklinggau di Muara Beliti, Kabupaten Musirawas.

Sedangkan Herman Sawiran menjalani hukuman di Cabang Rumah Tahanan Surulangun Rawas Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara.

Baca juga: Polisi Tangkap 4 Pria di Rawas Ilir Muratara Terkait Narkoba, 2 Ditahan 2 Direhab

Investigasi TPPU ini, kata Denhar, dilakukan penyidik Ditresnarkoba Polda Sumsel dan Sat Narkoba Polres Musirawas sejak Desember 2019.

"Kasus ini secepatnya akan dilimpahkan ke Kejari Lubuklinggau. Karena pada 24 Agustus 2021 sudah dinyatakan lengkap (P21) oleh jaksa," kata Denhar.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved