Breaking News:

Bubur Ayam Kang Deden 45 Palembang: Promo GoFood & Sedekah Kunci Sukses Berbisnis di Masa Pandemi

Kehilangan pekerjaan, bukanlah akhir segalanya. Setidaknya hal inilah yang diyakini oleh Deden Hidayat, seorang pengusaha bubur ayam di kota Palembang

Editor: Prawira Maulana
GoJek
Bubur Ayam Kang Deden 45 - GoDigital dan Sedekah Kunci Sukses di Masa Pandemi. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kehilangan pekerjaan, bukanlah akhir segalanya. Setidaknya hal inilah yang diyakini oleh Deden Hidayat, seorang pengusaha bubur ayam di kota Palembang dengan merek dagang Bubur Ayam Kang Deden 45. Saat terkena PHK di akhir 2011 silam dari sebuah perusahaan retail, dirinya memutar otak untuk bisa menggantikan sumber penghasilannya yang hilang. Deden pun  pulang ke Palembang, kampung halaman istrinya. Dengan modal nekat, akhirnya menjual bubur ayam menjadi pilihan untuk menyambung rezekinya.

“Saya belum menguasai proses membuat bubur ayam pada saat saya memulai. Jadi saya belajar secara otodidak bersama istri saya. Berjalanlah akhirnya bisnis bubur ayam saya, Bubur Ayam Kang Deden 45 di tahun 2012. Sampai tahun 2015, semua berjalan biasa secara manual. Orang harus datang ke lokasi bubur ayam saya untuk makan. Alhamdulillah semua berjalan lancar,” cerita Deden.

Perubahan datang saat layanan Gojek masuk di kota Palembang sekira tahun 2015 silam. Pintu masuk ke aplikasi digital membuat bisnisnya memiliki pasar yang lebih luas. “Saat itu Gojek sedang mencari mitra usaha untuk GoFood, dan saya bantu promo juga ke para pelanggan saya. Orang di Palembang kan tadinya tidak tahu, apa sih GoFood. Nah saya bantu promo GoFood disitu. Saya kan biasa menyebut Akang dan Teteh ke pelanggan saya, jadi saya bilang kalau Akang atau Teteh nggak sempat keluar rumah, pesan aja sekarang lewat GoFood. Lebih gampang, lebih praktis, nggak repot,” kisah Deden berkilas balik.

Meski menjadi salah satu mitra usaha GoFood pertama di kota Palembang, namun Deden mengaku dirinya tetap rajin untuk mengikuti berbagai promo yang digelar oleh GoFood untuk meningkatkan penjualannya. Hal ini menjadi salah satu kunci suksesnya untuk meningkatkan omzet bisnisnya. “Memang jika dihitung, saya harus mengeluarkan ekstra seribu rupiah untuk promo ya sebagai modal. Namun dengan angka penjualan yang baik dan akumulasi sebulan, maka itu justru menjadi untung. Saat ini pun saya masih mengikuti promo yang berjalan di Palembang. Saat ini saya sedang ikut Promo Kulineran dan Bundling Paket.

Secara umum, angka penjualan yang dinikmati Kang Deden setelah menggunakan layanan GoFood, meningkat hingga lebih dari 100%. Tak hanya omzet, menggunakan aplikasi digital ini juga membantunya bertahan dari terpaan pandemi. Jika sebelum pandemi pengunjung yang makan di kedainya 70% dan dibungkus 30%, maka setelah pandemi persentase ini berbalik. Lebih dari 70% orang kini memesan buburnya melalui aplikasi digital untuk dinikmati di rumah.

Sukses bertahan di masa pandemi, tak membuatnya lupa berbagi. Deden selalu menyisihkan 10 mangkok bubur ayamnya setiap hari, bagi mitra-mitra Gojek yang datang ke kedainya. Terutama bagi yang hadir di jam sarapan pagi. “Saya mulai membagikan bubur gratis itu kepada mitra Gojek itu sejak masuk GoBiz ya, di tahun 2017 kalau tidak salah ya. Saya merasa kalau saya memberikan dalam bentuk uang seharga bubur saya yang sepuluh ribu, kok rasanya tidak pantas ya. Maka saya lebih memilih memberikan dalam bentuk sarapan gratis saja kepada para mitra. Saya juga menyediakan kopi gratis di kedai saya untuk mitra. Kadang saya telepon langsung pelanggannya, sekedar memberitahu saja, bahwa mitra saya minta sarapan dulu baru mengantar pesanan,” ungkap Deden.

Bagi Deden, para mitra Gojek adalah bagian dari kesuksesan usahanya. Mitra-mitra driver ini menjadi bagian dari usahanya mengirimkan bubur kepada pelanggannya. Penting baginya untuk bisa berbagi kepada orang yang sudah berjasa ikut membesarkan usaha bubur ayamnya. Terutama di masa pandemi seperti saat ini.

Gojek, melalui GoFood sebagai layanan pesan antar terbesar di Asia tenggara terus memberikan dukungan menyeluruh untuk mitra usahanya. Gojek secara bertahap menghadirkan rangkaian inovasi teknologi dan non-teknologi demi meningkatkan keterampilan dan memperkuat penerapan #ProteksiEkstra di masa pandemi, yakni:

●       Contactless delivery: dihadirkan lewat pilihan pesan autotext yang merupakan wujud adaptasi di situasi pandemi.

●       Mendistribusikan aset digital penunjang protokol kesehatan di setiap pesanan kuliner, seperti safety seal atau selotip pengaman

●       Memberikan akses edukasi dan berjejaring bagi sesama mitra usaha melalui Komunitas Partner GoFood (KOMPAG)

●       Memfasilitasi akses vaksinasi bagi ribuan mitra usaha di beberapa wilayah, yang juga berkolaborasi dengan Kemenparekraf untuk sentra vaksinasi di DKI Jakarta. Fasilitas akses vaksinasi ini akan diperluas ke wilayah lainnya.

●       Membagikan care kits bagi mitra usaha GoFood yang telah divaksinasi

●       Menampilkan status vaksinasi, disinfektan kendaraan, dan pengecekan suhu tubuh mitra driver di aplikasi untuk terus menjaga keamanan dan kepercayaan pelanggan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved