Breaking News:

Berita Banyuasin

Ambil Untung Rp 20 Ribu per Butir, Warga Banyuasin Edarkan Sabu Khusus Acara Orgen Tunggal

Dua warga Banyuasin ambil untung Rp 10-20 Ribu per Butir, 2 warga Banyuasin edarkan sabu khusus acara orgen tunggal.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Dua M Rapi (49) dan Hasrul Amidi (37) ditangkap Polres Banyuasin karena mengedarkan sabu khusus di acara orgen tunggal. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Tidak lagi bekerja sebagai tukang bangunan, membuat M Rapi (49) warga Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin memutuskan untuk menjadi kurir narkoba.

Tugas Rapi, sebagai kurir untuk mengantar narkoba jenis pil ekstasi kepada seseorang yang berada di acara organ tunggal. Narkoba tersebut, diperoleh Rapi dari sang bandar yakni Hasrul Amidi (37) warga Kecamatan Sukarami Palembang.

"Sasaran khusus orgen tunggal, tidak jual eceran atau di rumah. Kalau ada orgen tunggal, baru menawarkan dan nanti baru mengambil barang," kata Rapi saat diamankan di Satreskrim Polres Banyuasin, Kamis (9/9/2021).

Menurut Rapi, ia juga mengambil untung ketika menjual kembali ke orang yang mengambil ekstasi. Setiap butir yang diberikan bandar kepadanya seharga Rp 280 ribu, ia jual kembali seharga Rp 300 ribu per butir.

"Untungnya Rp 20 ribu dari setiap butir yang aku bawa. Terpaksa seperti ini, mau jadi tukang bangunan sekarang susah. Makanya, ada tawaran itu aku mau," katanya.

Sedangkan, Hasrul Amidi mengaku ia sudah cukup lama menjadi bandar khusus menjual pil ekstasi. Ia juga tidak menjual di rumah ataupun orang yang datang untuk membeli.

Ia hanya mendapatkan keuntungan Rp 10 ribu, dari setiap butir yang dijualnya kembali. Dari bandar di atasnya, ia mendapat harga Rp 270 ribu perbutir. Ingin mendapatkan untung, ia kembali menjualnya seharga Rp 280 ribu perbutir.

"Menurut aku lebih aman jual di orgen tunggal ketimbang di rumah atau eceran. Makanya, sasaran aku lebih ke organ tunggal. Makin banyak organ tunggal, makin banyak barang laku," katanya.

Sedangkan Kasat Resnarkoba Polres Banyuasin AKP Jatrat Tunggal menuturkan, kedua tersangka diamankan setelah pihaknya melakukan penyelidikan terkait adanya narkoba yang akan dikirim seseorang.

"Dari situ, kami lakukan penyelidikan. Saat tersangka Rapi melintas langsung kami lakukan penangkapan dan menggeladah badannya. Ketika di geladah, ditemukan 17 butir pil ekstasi," katanya.

Dari penangkapan Rapi di Jalan Peternakan Desa Lalang Sembawa Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin, bila ia memesan dengan seseorang. Pengakuan Rapi menjadi landasan untuk dilakukan pengembangan.

Dari pengembangan yang dilakukan, akhirnya Satresnarkoba Polres Banyuasin menangkap Hasrul Amidi tidak jauh dari rumahnya. Saat di geladah, ditemukan barang bukti 14 butir pil ekstasi.

"Kami masih melakukan penyelidikan, siapa bandar yang ada di atas Hasrul ini. Sedangkan, untuk kedua tersangka sudah kami amankan di Satresnarkoba Polres Banyuasin," pungkasnya.

Baca juga: Si Mamat dari Muara Enim Siap Layani Urusan Imigrasi Warga OKU Selatan, Bisa Buat Paspor di Tempat

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved