Breaking News:

Menuju Herd Immunity

Tinjau PTM Terbatas, Wawako Palembang Fitrianti Bujuk Siswa Agar Mau Divaksin, Jangan Lepas Masker

Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda menijau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMPN 1 dan SMPN 13 Palembang.

Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/SRI HIDAYATUN
Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMPN 1 dan SMPN 13 Palembang, Rabu (8/9/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda menijau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMPN 1 dan SMPN 13 Palembang, Rabu (8/9/2021).

Dari pantauan Tribunsumsel.com orang nomor dua di Kota Palembang dengan detail memeriksa satu per satu sarana protokol kesehatan di dua sekolah ini.

Mulai dari sarana tempat cuci tangan, termogran dan ia juga memasuki satu per satu ruangan kelas yang ada.

"Alhamdulilah setelah kita mengecek di SMPN 1 dan SMPN 13 semua berjalan lancar, tak ada kendala dan semua mengikuti protokol kesehatan yang ketat," ujar dia.

Kata dia, dalam pelaksanaan di hari ketiga ini semua berjalan dengan baik dan tak ada hambatan.

"Ya, kita tinjau semua berjalan baik dan Pak wali juga sudah mengecek di beberapa sekolah lainnya juga semua berjalan lancar," tegasnya.

Kata dia, dalam penijauan ini ia juga menekankan untuk siswa dan guru juga jangan abai melepas masker. "Selama belajar jangan membuka masker , kalau buka terpaksa nanti kita pulangkan," tutur dia.

Selain itu, ia juga menekankan agar siswa yang sudah berusia 12 tahun plus 2 hari untuk melakukan vaksinasi covid-19.

"Vaksin ini penting karena kata IDAI juga anak-anak yang ikut PTM juga diiringi dengan vaksinasi," jelasnya.

Pihaknya juga berupaya akan segera cepat menyelesaikan target vaksinasi bagi pelajar di kota Palembang.

Kepala SMPN 13 Palembang, Slamet Cahyono mengatakan pihaknya selama tiga hari pelaksanaan PTM terbatas berjalan dengan baik.

"Alhamdulilah sudah berjalan lancar dan sejauh ini tak ada kendala," jelas dia.

Baca juga: Peserta Tes CPNS di OKU Timur Bisa Tes Antigen Gratis di Puskesmas, Ini Syarat Harus Dibawa

Pihaknya membagi tiga sesi dalam pelaksanan PTM terbatas ini. "Jadi setiap kelas kita bagi siswa hanya sekitar 12 siswa dan kita buat secara bergantian atau per sesi," ungkap dia.

Kata dia, sejauh ini hampir 95 persen siswa mengikuti PTM terbatas."Dan kita juga kerjasama dengan Puskesmas Makrayu untuk terus memantau dan memastikan guru setiap tiga hari sekali diperiksa kesehatannya. Hal ini dilakukan guna memastikan guru benar-benar sehat," pungkas dia.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved