Breaking News:

Berita Nasional

Hukum Tentang Petisi di Indonesia yang Belakangan Ini Sedang Ramai Menurut Para Ahli 'Tidak Kuat'

Begini Pendapat Para Ahli Soal Hukum Petisi di Indonesia yang Belakangan Ini Ramai 'Tidak Kuat'

Editor: Slamet Teguh
Pixabay/qimono
Hukum Tentang Petisi di Indonesia yang Belakangan Ini Sedang Ramai Menurut Para Ahlinya 'Tidak Kuat' 

TRIBUNSUMSEL.COM - Belakangan ini tengah ramai masyarakat Indonesia menggelar petisi.

Mulai dari kasus Ayu Ting-ting hingga yang terbaru Saipul Jamil.

Tak sembarangan, petisi tersebut dianggap sebagai bentuk penyampaian pendapat publik terhadap suatu fenomena.

Satu contoh, petisi masyarakat memboikot penyanyi dangdut Saipul Jamil untuk tidak tampil di siaran TV dan YouTube, karena sempat terjerat kasus pencabulan terhadap anak.

Ada lagi, bergulir petisi 'Batalkan Kartu Vaksin Sebagai Syarat Administrasi' di media sosial Twitter.

Lantas, apakah sebuah petisi ini diakui hukum Indonesia? Bagaimana dengan kekuatan hukumnya?

Advokat sekaligus Managing Partner WMP Law Office, Wawan Muslih mengatakan petisi tidak lah dilarang, karena Indonesia adalah negara demokrasi.

Menurutnya, ketentuan soal petisi tidak diatur langsung dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Petisi itu boleh di negara kita karena negara kita demokrasi. Siapapun berhak mengeluarkan pendapatnya," ucapnya dalam program Kacamata Hukum Tribunnews.com, Senin (6/9/2021).

Namun, kata Wawan, jika dibandingkan dengan negara lain seperti Amerika dan Jepang.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved