Breaking News:

Berita Palembang

APBD Perubahan Sumsel Diproyeksi Bertambah Rp 600 M, Begini Penjelasan Pimpinan DPRD

Gambaran besaran RAPBD-P nantinya lebih dari Rp 11 triliun dari APBD Induk Sumsel TA 2021 sebesar Rp10,8 trilyun. 

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Wakil Ketua DPRD Sumsel, Muchendi Mahzareki, usai mengikuti rapat badan anggaran (banggar) pembahasan Forum Banggar pertama untuk pembahasan RAPBDP Sumsel TA 2021 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Sumsel, Rabu (8/9/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Sumsel TA 2021 mulai dibahas.

Meski berlangsung tertutup dari awak media, namun sedikit gambaran besaran RAPBD-P nantinya lebih dari Rp 11 triliun dari APBD Induk Sumsel TA 2021 sebesar Rp10,8 trilyun. 

"Besaran RAPBD-P proyeksinya di kisaran Rp500-Rp600 milyar yang terbesar bersumber dari penambahan pajak BBMKB lebih kurang Rp300 milyar. Diluar itu ada pula dari pendapatan lain-lain,seperti dari dana PEN," kata Wakil Ketua DPRD Sumsel, Muchendi Mahzareki, usai mengikuti rapat badan anggaran (banggar) pembahasan Forum Banggar pertama untuk pembahasan RAPBDP Sumsel TA 2021 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Sumsel, Rabu (8/9/2021).

Ditambahkan pula oleh wakil rakyat dari Partai Demokrat ini, dalam rapat yang digelar maraton selama tiga hari terakhir ini porsi terbesar alokasi RAPBDP 2021 ini sama seperti sebelumnya, meliputi bidang pendidikan sebesar 20 persen, kesehatan 10 persen dan lain dengan fokus utama tetap pada upaya penanggulangan pandemi Covid-19.

 "Setelah dari rapat pertama di forum banggar ini akan dibawa ke komisi-komisi guna dibahas detail programnya. Baru setelah itu dikembalikan lagi ke forim rapat banggar kedua guna dilakukan sinkronisasi. Diharapkan bulan ini juga akan segera diselesaikan," harapnya.

Hal senada disampaikan anggota banggar DPRD Sumsel, Mgs Syaiful Padli yang menyebut telah menyelesaikan pembahasan pos pendapatan dan belanja.Pembahasan RAPBD P TA 201 menurutnya akan memakan waktu  hingga seminggu.

“ Seminggu dan ditambah rapat-rapat komisi,” tandas politisi PKS ini.

Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Ir Suman Asra (SA) Supriono mengatakan, Pemprov Sumsel  hingga kini belum mengajukan Rancangan APBD (RAPBD) Perubahan   (P) Sumsel Tahun Anggaran (TA) 2021 ke DPRD Sumsel.

Baca juga: Ketegangan Debt Collector dan Pemilik Mobil di Dekat Pasar Sekip Palembang, Ini Kata Polisi

Rencananya RAPBD P Sumsel TA 2021 akan diajukan kepada DPRD Sumsel minggu pertama bulan September.

 “Insya Allah sudah masuk ke DPRD,” katanya usai rapat badan musyawarah (Banmus) DPRD Sumsel, beberapa waktu lalu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved