Breaking News:

Berita Palembang

3 Pria di Palembang Transaksi Narkoba di Kuburan, Anggap Aman dari Intaian Petugas

Pengedar narkotika yang kerap menjadikan kuburan sebagai tempat transaksi ditangkap Tim Rimbo Kemuning dari Polsek Kemuning.

Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Anggota Polsek Kemuning menangkap pengedar narkoba yang kerap bertransaksi di kuburan, Rabu (8/9/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pengedar narkotika yang kerap menjadikan kuburan sebagai tempat transaksi ditangkap Tim Rimbo Kemuning dari Polsek Kemuning.

Adapun identitas ketiga tersangka yakni Ardiansyah alias Gebeng (35), Peri alias Peyet (32) dan Ramadhan alias Madon (35), masing-masing warga Kota Palembang.

Kapolsek Kemuning, AKP Heri mengatakan, tersangka Gebeng adalah residivis kasus ganja yang sudah menjadi buronan Polsek Kemuning sejak beberapa bulan terakhir.

Sedangkan untuk tersangka Peyet dan Madon, keduanya berada dalam satu jaringan untuk memperjualbelikan sabu.

"Peyet ini mendapat barang (sabu) dari Madon. Selanjutnya barang itu diperjualbelikan lagi," ujarnya, Rabu (8/9/2021).

Biasanya para tersangka akan melakukan transaksi melalui sambungan telepon untuk mengatur kesepakatan dengan pembeli barang haram yang mereka jual.

Setelah itu, transaksi akan dilakukan di tempat-tempat sepi karena dianggap aman dari pengintaian petugas.

"Tempat sepi yang paling sering mereka jadikan lokasi transaksi yaitu di kawasan pemakaman. Mereka menganggap disitu lebih aman," ucapnya.

Meski demikian, anggota Polsek Kemuning tetap bisa membongkar transaksi narkotika tersebut.

Atas perbuatannya para tersangka terancam dijerat dengan pasal 114 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Disini kita mengingatkan bahwa kami akan memberantas peredaran narkoba yang berada di wilkum Polsek Kemuning. Jangan coba-coba berpikir ada tempat aman disini untuk bertransaksi (narkoba). Kami ingatkan, kami tidak segan-segan untuk menindak tegas pelakunya," tegas Heri.

Sementara itu, tersangka Peri alias Peyet mengaku, dirinya baru dua minggu nekat menjual sabu.

Hal ini dikarenakan kebutuhan ekonomi dan sisa uangnya akan kembali dibelikan sabu yang akan digunakannya sendiri.

"Iya Pak, saya pemakai (narkoba). Jadi sisa untungnya, saya pakai sendiri," ungkap dia.

Baca juga: Mau Belajar Pakai Internet Gratis, Datang Langsung ke Kantor Ditlantas Polda Sumsel, Ruang Full AC

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved