Breaking News:

Berita Palembang

Mahasiswa Unsri Bikin Pipet Bahan Eceng Gondok dan Kulit Pisang, Cepat Terurai Aman Digunakan

Selama ini masyarakat seringkali beranggapan eceng gondok adalah guma yang tidak berguna dan cenderung mengganggu wilayah budidaya perikanan.

Penulis: Melisa Wulandari | Editor: Vanda Rosetiati
DOK TRIBUN
Keempat mahasiswa Unsri, Muhammad Fadhil Akbar, Muhammad Daffa A.M, Muhammad Abror dari Program Studi Budidaya Perairan dan Zumratul Aini dari Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Unsri mengubah eceng gondok dan kulit pisang menjadi sedotan ramah lingkungan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Selama ini masyarakat seringkali beranggapan eceng gondok adalah guma yang tidak berguna dan cenderung mengganggu wilayah budidaya perikanan.

Sedangkan kulit pisang hanya menjadi limbah dan belum dimanfaatkan.

Namun, anggapan ini coba dibantah oleh keempat mahasiswa Universitas Sriwijaya yaitu Muhammad Fadhil Akbar, Muhammad Daffa AM dan Muhammad Abror dari Program Studi Budidaya Perairan serta Zumratul Aini dari Program Studi Agribisnis semuanya dari Fakultas Pertanian.

Keempatnya mengubah eceng gondok dan kulit pisang menjadi lebih berguna.

Bahkan keempat orang ini mendapatkan pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) 2021 yang merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan.

Muhammad Fadhil Akbar, menjelaskan penelitian yang diusung ini berjudul Pemanfaatan Eceng Gondok dan Kulit Pisang dalam Pembuatan Sedotan Ramah Lingkungan. Mereka dibimbing langsung Retno Cahya Mukti SP,MSi, dosen di Program Studi Budidaya Perairan.

"Atau sering disebut sedotan biodegredable. Selain untuk menghasilkan produk sedotan yang ramah lingkungan, kegiatan ini juga bertujuan untuk menggali inovasi dan potensi dari mahasiswa agar lebih kreatif," ujar Fadhil, Senin (6/9/2021).

Fadhil mengatakan selain membuat mahasiswa lebih kreatif, juga peka terhadap permasalahan lingkungan yang berada di sekitarnya yaitu mengenai meningkatnya volume jumlah sampah plastik salah satunya yang berasal dari sedotan plastik sehingga banyak menimbulkan dampak-dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat itu sendiri.

“Eceng gondok dan kulit pisang ini bisa dimanfaatkan dan diolah menjadi suatu barang yang berguna bagi masyarakat dan lingkungan. Tentu saja dengan pengolahan menjadi sedotan ramah lingkungan bisa menjadi suatu barang bernilai jual tinggi,” jelas Fadhil.

Baca juga: Danlanud SMH Pimpin Pantokhirda Casis Tamtama Gel III Tahun 2021

Fadhil menjelaskan sedotan dari eceng gondok dan kulit pisang ini bisa terurai lebih cepat dibandingkan dengan sedotan plastik.

"Hal ini dikarenakan proses pembuatan menggunakan bahan alami yaitu eceng gondok dan kulit pisang sehingga tanpa bahan sintesis yang tidak aman,” ujarnya.

Proses pembuatan sedotan ini dilakukan dengan memilih bahan baku eceng godok dan kulit pisang kemudian pengambilan pati dan selulosa.

Dilanjutkan pembuatan dan pencetakan sedotan serta langkah terakhir yaitu pengeringan.

"Semua bahan yang dipakai untuk membuat sedotan biodegradable ini sudah food grade dan melalui beberapa uji yang telah dilakukan sedotan ini aman untuk digunakan.” tutur Fadhil. (rel/elm).

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved