Pilpres 2024
Kans Prabowo-Puan di Pilpres 2024 Makin Kuat Seusai Jokowi Tolak Jabatan Presiden 3 Periode
Hal ini makin menguatkan untuk menyukseskan perjanjian batu tulils yang akan dijalankan oleh PDIP dan Gerindra. Prabowo-Puan Maharani makin kuat
TRIBUNSUMSEL.COM - Sejumlah relawan sudah mendeklarasikan Jokowi-Prabowo untuk Pilpres 2024.
Namun secara tegas, Jokowi menolak adanya jabatan tiga periode bagi Presiden.
Hal ini makin menguatkan untuk menyukseskan perjanjian batu tulils yang akan dijalankan oleh PDIP dan Gerindra.
Prabowo-Puan Maharani makin kuat dipasangkan untuk bertarung di Pilpres 2024 nanti.
Presiden Joko Widodo kembali mengadakan pertemuan dengan petinggi partai politik di Istana Kepresidenan pada Rabu (1/9/2021).
Namun untuk kali ini Jokowi bertemu dengan para petinggi parpol koalisi dari non parlemen.
Di antara yang hadir ada PSI, PKPI, Perindo, Hanura, serta PBB.
Sekjen PBB, Affriansyah Ferry Noor, menyebut Jokowi dengan tegas menolak untuk melakukan amandemen UUD 1945, baik secara terbuka maupun terbatas.
Menurut Ferry, alasan penolakan Jokowi ini lantaran tidak mau disalahkan seolah-olah ia ingin menjabat presiden selama tiga periode.
"Soal amandemen ini beliau menjawab, saya atau pemerintah tidak akan melakukan amandemen, baik terbuka maupun terbatas. Saya tidak mau disalahkan seolah-olah saya mau 3 periode, atau diperpanjang," kata Ferry dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Jumat (3/9/2021).
Lebih lanjut Ferry menuturkan Jokowi mempersilahkan jika pihak MPR ingin mengajukan amandemen UUD 1945.
Namun Jokowi menekankan bahwa ia tidak ingin terlibat dalam amandemen UUD 1945 tersebut.
"Beliau mengatakan 'kalau saya yang mengajukan, ya repot. Kalau pihak MPR atau senayan sana mau mengajukan ya silahkan saja. Saya tidak terlibat hal ini,'" tambah Ferry.
Diketahui sebelumnya, wacana amandemen terbatas ini diungkap oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR RI jelang peringatan HUT RI ke-76, Senin (16/8/2021).