Breaking News:

Berita Banyuasin

Pemkab Banyuasin Dorong Masyarakat Kembangkan Potensi Wilayah,Gelar Festival Pangan Lokal dan Rempah

Festival pangan lokal dan rempah di Graha Sedulang Setudung Kabupaten Banyuasin tolok ukur wilayah kecamatan kembangkan potensi.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Bupati Banyuasin H Askolani ketika melihat mesin yang akan diberikan kepada masyarakat pada Festival Pangan Lokal dan Rempah, Kamis (2/9/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Festival pangan lokal dan rempah di Graha Sedulang Setudung Kabupaten Banyuasin, menjadi tolok ukur wilayah kecamatan untuk mengembangkan potensi yang ada di wilayah masing-masing.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banyuasin Yuni Khairani, Kamis (2/9/2021) menuturkan festival yang dilaksanakan ini cikal bakal ketahanan pangan yang ada di wilayah Banyuasin. Terlebih, untuk ketahanan pangan masuk dalam Program Pemkab Banyuasin yang saat ini terus dijalankan.

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banyuasin, akan terus mendorong dan menjadi penggerak untuk masyarakat agar program ketahanan pangan di Banyuasin bisa berjalan. Termasuk, mendorong kecamatan untuk memotivasi sedikitnya lima program dari 12 program yang digalakkan Pemkab Banyuasin.

"Harus menggali semua potensi yang ada di Banyuasin mulai dari rempah, sayur hingga perikanan. Banyuasin, begitu kaya dan setiap kecamatan berbeda-beda. Sekarang, tinggal dari kemauan untuk mau atau tidak mengembangkan potensi di wilayah masing-masing," kata Yuni.

Dari itulah, diadakannya festival pangan lokal dan rempah ini, dengan tujuan memperlihatkan potensi masing-masing kecamatan untuk dilihat pemerintah kabupaten.
Dengan melihat potensi masing-masing kecamatan, sehingga pemerintah Kabupaten Banyuasin dapat mendorong dan memfasilitasi agar potensi itu bisa berkembang.

Yuni menerangkan, bila program pangan pemerintah Kabupaten Banyuasin dijalankan minimal setiap rumah, maka perekonomian rumah tangga juga dapat terbantu.
Selain tidak perlu lagi membeli, adanya tambahan keuangan juga pasti akan diperoleh.

"Memanfaatkan halaman rumah. Bila dari kecamatan sudah memberikan contoh nyata, masyarakat juga pasti akan meniru. Tetapi, bila dari kecamatannya saja tidak memberi contoh bagaimana masyarakat bisa mencontoh. Kami juga di sini, bukan hanya sekedar melaksanakan tugas saja.
Harus terlebih dahulu juga memberikan contoh, baru masyarakat diberikan pembinaan," pungkasnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved